Nasional

Grebeg Saparan Klaten Menarik 50 Ribu Pengunjung, Permintaan Apem Mencapai 7 Ton

Minggu, 02 Agustus 2026, 02:17 WIB 60 views 3 menit baca
Grebeg Saparan Klaten Sedot 50 Ribu Pengunjung, Pesanan Apem Tembus 7 Ton
Grebeg Saparan Klaten Sedot 50 Ribu Pengunjung, Pesanan Apem Tembus 7 Ton
Bagikan:

Tradisi Grebeg Ageng Saparan Andum Apem Yaaqawiyyu yang berlangsung di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian budaya dan syiar keagamaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Acara tahunan ini, yang diadakan pada Jumat, 31 Juli 2026, dihadiri oleh sekitar 50 ribu orang, termasuk warga lokal dan wisatawan.

Membludaknya jumlah pengunjung tersebut memberikan keuntungan bagi berbagai pelaku usaha mikro di sekitar lokasi acara, mulai dari pembuat apem, pedagang kaki lima, hingga penyedia layanan transportasi. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan bahwa dampak ekonomi juga dirasakan oleh sektor jasa yang dikelola oleh masyarakat setempat. "Pengelola parkir dan warga yang membuka warung serta angkringan mampu meraih keuntungan dari banyaknya pengunjung selama acara berlangsung," ujarnya.

Permintaan terhadap kue apem, yang menjadi bagian integral dari tradisi ini, juga mengalami lonjakan signifikan, mencapai enam hingga tujuh ton. "Tingginya kebutuhan ini membuat proses produksi melibatkan warga Jatinom dan masyarakat dari daerah sekitar," tambahnya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi kepada masyarakat Klaten yang terus melestarikan tradisi ini yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Airlangga mencatat bahwa jumlah pengunjung Grebeg Saparan terus meningkat setiap tahunnya, dan tradisi ini dinilai mampu memperkuat kerukunan sosial serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ia berharap nilai-nilai yang diajarkan oleh Kiai Ageng Gribig dapat terus dilanjutkan, terutama dalam mendorong perekonomian dan kebahagiaan masyarakat. "Sekali dalam setahun kita berkumpul untuk menikmati apem," ungkapnya.

Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu merupakan tradisi pembagian kue apem yang telah ada sejak masa Kiai Ageng Gribig, seorang ulama yang dikenal menggunakan apem sebagai sarana dalam menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa. Tradisi ini terus dilestarikan oleh masyarakat Jatinom sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

Airlangga juga mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga keberlanjutan tradisi ini agar dapat bertahan hingga ratusan tahun ke depan. "Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam melestarikan tradisi luhur ini," tuturnya. Tema Grebeg Saparan tahun ini adalah "Ingaluhur Rinasa Trusthaning Gusti", yang mengandung pesan penting tentang sikap rendah hati dan kepercayaan kepada Tuhan.

Rangkaian acara Grebeg Saparan dimulai sejak 16 Juli 2026 dengan prosesi Ambuko Songsong Winadi, yang menandai awal bulan Safar. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan berbagai acara, termasuk Semakan Al-Qur’an Bil Qhoib, Khataman Al-Qur’an, Maulid Al-Barzanji, dan festival seni budaya yang berlangsung selama satu pekan. Puncak acara adalah prosesi penyebaran apem yang selalu menarik perhatian banyak pengunjung.

Di tengah perkembangan digitalisasi, Grebeg Saparan menunjukkan bahwa tradisi dapat tetap hidup dan berfungsi sebagai perekat sosial serta pendorong ekonomi bagi masyarakat lokal. Acara ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR RI dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Klaten.

J

Penulis

Jarot Kusna

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait