Kesehatan

Hantavirus di Indonesia: Jenis Andes Belum Pernah Ditemukan

Sabtu, 09 Mei 2026, 18:52 WIB 19 views 2 menit baca
Hantavirus di Indonesia: Jenis Andes Belum Pernah Ditemukan
Ilustrasi. Pakar infeksi tropik IDAI Dominicus Husada memastikan Hantavirus jenis Andes yang mewabah di MV Hondias belum pernah ditemukan di Indonesia. (iStockphoto/Md Saiful Islam Khan)
Bagikan:

Pakar infeksi tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dominicus Husada memastikan bahwa Hantavirus jenis Andes yang mewabah di kapal pesiar MV Hondius belum pernah ditemukan di Indonesia. Menurutnya, tidak semua tikus membawa jenis Hantavirus yang sama, karena tiap spesies tikus bisa membawa virus yang berbeda-beda.

Dominicus menjelaskan bahwa "[Hantavirus] Andes enggak ada di Indonesia. Kita belum pernah menemukan virus Andes di sini." Ia juga menyatakan bahwa tikus yang sama tidak ditemukan di Amerika Utara maupun Kanada, melainkan hanya di wilayah Amerika Selatan seperti Argentina dan Chile. Sementara kasus Hantavirus di Indonesia berasal dari jenis lain yang memang berkaitan dengan tikus lokal.

Hantavirus bukan hanya satu jenis virus, melainkan kelompok besar yang terdiri dari puluhan varian dan tersebar di berbagai wilayah dunia, tergantung spesies tikus pembawanya. Dominicus mengatakan bahwa para peneliti telah mengidentifikasi lebih dari 40 jenis Hantavirus, namun tidak semuanya menyebabkan penyakit pada manusia.

Beberapa jenis Hantavirus lain dan hewan pengerat yang selama ini diketahui antara lain Andes virus yang dibawa oleh long-tailed pygmy rice rat, Hantavirus di China dan Korea yang dibawa oleh striped field mouse, Seoul virus yang dibawa oleh brown rat, Puumala virus yang dibawa oleh bank vole, dan Dobrava-Belgrade virus di Eropa dan Asia yang dibawa oleh yellow-necked mouse.

Meskipun demikian, Dominicus mengingatkan bahwa beberapa jenis tikus lain yang ada di Indonesia memang dapat berkaitan dengan Hantavirus tertentu. Oleh karena itu, pencegahan tetap difokuskan pada menghindari kontak dengan hewan pengerat dan menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membersihkan kotoran tikus dengan cara disapu kering karena partikel virus bisa beterbangan di udara.

D

Penulis

Dinda Mughni

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait