Kesehatan

Hipertensi Pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Jumat, 08 Mei 2026, 18:46 WIB 21 views 2 menit baca
Ilustrasi Ratusan ribu anak di Indonesia terdeteksi hipertensi. Dokter ungkap pemicunya, dari kelainan jantung hingga gaya hidup buruk.. (iStock/GlobalStock)
Ilustrasi Ratusan ribu anak di Indonesia terdeteksi hipertensi. Dokter ungkap pemicunya, dari kelainan jantung hingga gaya hidup buruk.. (iStock/GlobalStock)
Bagikan:

Jakarta, Indonesia - Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering dianggap sebagai penyakit orang tua. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa hipertensi juga dapat mengincar anak-anak. Menurut data Kementerian Kesehatan per Mei 2026, dari 4,8 juta anak yang menjalani pemeriksaan kesehatan di sekolah, terdapat sekitar 663.000 anak yang mengalami peningkatan tekanan darah.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Yovi Kurniawati, menjelaskan bahwa pemicu hipertensi pada anak memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan orang dewasa. "Tekanan darah tinggi pada anak itu mungkin agak berbeda dengan dewasa. Pada anak itu memang rata-rata penyebabnya tidak diketahui (idiopatik), dan hanya beberapa persen yang bisa kita cari pastinya," ujar Yovi.

Beberapa kondisi medis yang kerap menjadi penyebab hipertensi pada anak di antaranya adalah kelainan struktur jantung, penyakit jantung koroner, gangguan ginjal, dan arteritis Takayasu. Selain faktor medis, gaya hidup tidak sehat juga memegang peranan penting dalam meningkatkan peluang anak mengalami hipertensi di masa pertumbuhan mereka.

Orang tua perlu memahami bahwa standar tekanan darah anak tidak bisa disamaratakan. Angkanya sangat bergantung pada usia, jenis kelamin, dan tinggi badan. Secara umum, rentang tensi normal anak berada di angka 80/50 mmHg hingga 120/80 mmHg. Jika angka tersebut sudah mulai bergeser naik, intervensi medis diperlukan.

Kabar baiknya, jika penyebab hipertensi tersebut adalah masalah medis yang bisa dikoreksi, maka tekanan darah anak bisa kembali normal setelah diperbaiki. Namun, untuk kasus yang penyebabnya tidak diketahui, dokter biasanya akan fokus pada langkah pengendalian. Menjaga pola makan rendah garam, memastikan anak aktif bergerak, dan rutin melakukan cek kesehatan berkala adalah langkah terbaik agar buah hati terhindar dari risiko komplikasi jangka panjang akibat hipertensi.

D

Penulis

Darma Yudhistira

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait