Banyak ibu hamil mengalami peningkatan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis, termasuk cokelat. Meskipun cokelat dapat membantu memperbaiki suasana hati, ibu hamil perlu mengetahui batasan konsumsi cokelat yang aman. Menurut beberapa penelitian, cokelat, terutama dark chocolate, dapat memberikan manfaat bagi ibu dan janin, seperti melancarkan aliran darah ke plasenta dan mendukung suplai oksigen dan nutrisi untuk janin.
Organisasi profesi kebidanan merekomendasikan agar asupan kafein selama kehamilan tidak melebihi 200 miligram per hari. Oleh karena itu, ibu hamil perlu memperhatikan total asupan kafein harian, termasuk dari cokelat, kopi, teh, atau minuman berkafein lainnya. Sebagai gambaran, sekitar 30 gram milk chocolate mengandung kurang dari 10 miligram kafein, sedangkan dark chocolate memiliki kandungan kafein sedikit lebih tinggi, sekitar 12 miligram per 30 gram.
Cokelat juga tinggi gula dan kalori, sehingga konsumsi yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan berlebih selama kehamilan. Ibu hamil perlu membatasi konsumsi cokelat, terutama jika mengalami diabetes gestasional, sulit mengontrol kadar gula darah, atau mengalami kenaikan berat badan yang berlebihan selama kehamilan.
Untuk mendapatkan manfaat dari cokelat, ibu hamil dapat mengombinasikannya dengan makanan bergizi, seperti menambahkan sedikit dark chocolate ke yogurt tinggi protein atau buah-buahan. Selain itu, ibu hamil juga perlu menghindari beberapa jenis makanan yang berisiko membawa bakteri atau zat berbahaya bagi janin, seperti susu dan keju yang tidak dipasteurisasi, daging mentah atau setengah matang, hati dan olahannya, ikan dan makanan laut mentah, minuman beralkohol, dan makanan atau minuman berkafein berlebihan.