Kesehatan

Ibu-ibu Terinspirasi Menu Haaland, Apa Kata Dokter?

Selasa, 21 Juli 2026, 06:41 WIB 35 views 2 menit baca
Ilustrasi. Warganet berseloroh menu makan Erling Haaland bisa dijadikan inspirasi MPASI. (istockphoto/PeopleImages)
Ilustrasi. Warganet berseloroh menu makan Erling Haaland bisa dijadikan inspirasi MPASI. (istockphoto/PeopleImages)
Bagikan:

Menu makan penyerang Manchester City, Erling Haaland, belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Bukan hanya karena porsinya yang jumbo, tetapi juga karena warganet mulai berseloroh soal menu tersebut cocok dijadikan inspirasi makanan pendamping ASI (MPASI). Beberapa ibu-ibu bahkan membagikan candaan tentang "MPASI ala Haaland" di media sosial.

Dokter spesialis gizi, Johanes Chandrawinata, mengingatkan bahwa kebutuhan gizi atlet profesional sangat berbeda dengan kebutuhan bayi maupun orang dewasa pada umumnya. Pola makan Haaland umumnya memiliki kandungan protein tinggi, karbohidrat, dan lemak sehat, namun komposisi ini disusun berdasarkan kebutuhan fisiologis seorang atlet, bukan bayi yang baru mulai mengenal makanan pendamping.

Johanes menjelaskan bahwa MPASI merupakan makanan pendamping ASI yang diberikan kepada bayi berusia enam bulan ke atas untuk melengkapi kebutuhan gizi yang sudah tidak lagi dapat dipenuhi hanya dari ASI atau susu formula. Karena sistem pencernaan bayi masih berkembang, pemberian MPASI harus dilakukan secara bertahap sesuai usia dan kemampuan bayi mengolah makanan.

Bayi tidak memerlukan makanan berkalori sangat tinggi seperti yang dikonsumsi Haaland. Terlalu banyak protein justru tidak baik karena risiko overweight dan obesitas meningkat dengan tingginya asupan protein hewani dan protein total. Asupan protein berlebih juga membuat ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring sisa metabolisme.

Meski tidak menyarankan masyarakat mengikuti menu Haaland secara utuh, Johanes mengatakan ada beberapa prinsip pola makan sang pesepakbola yang tetap bisa dijadikan inspirasi, seperti memilih makanan alami atau whole foods, memenuhi kebutuhan protein sesuai aktivitas fisik, rutin mengonsumsi buah dan sayur, tidur yang cukup, serta menyeimbangkan asupan energi dengan aktivitas sehari-hari.

D

Penulis

Dinda Mughni

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait