Belakangan ini, HYROX menjadi populer di kalangan pencinta olahraga. Kompetisi kebugaran yang menggabungkan lari dan latihan kekuatan ini memang menawarkan tantangan tersendiri. Namun, di balik tren tersebut, peserta diingatkan untuk tidak asal ikut tanpa mengetahui kondisi dan kesiapan tubuh.
Dokter penyakit dalam, Jessica Marsigit, mengatakan HYROX merupakan olahraga dengan intensitas tinggi. Dalam satu perlombaan, peserta harus menyelesaikan delapan kali lari yang diselingi delapan pos latihan fungsional, sehingga hampir seluruh otot tubuh bekerja. "HYROX itu sebenarnya brand. Ibaratnya seperti kita menyebut semua air mineral dengan (sebuah merek). Olahraga ini menggabungkan lari dan strength training dalam satu kompetisi," ujar Jessica.
Menurutnya, aktivitas fisik berintensitas tinggi membuat kebutuhan energi dan oksigen tubuh meningkat. Otot akan bekerja lebih keras sehingga tubuh harus benar-benar siap untuk menjalani latihan maupun kompetisi tersebut. Jika seseorang memaksakan diri saat kondisi fisiknya belum siap, risiko kelelahan berlebihan hingga cedera pun meningkat.
Bagi orang dewasa yang masih berusia produktif, sekitar 20-30 tahun, dan tidak memiliki riwayat penyakit tertentu, pemeriksaan kesehatan sederhana dapat dilakukan melalui Physical Activity Readiness Questionnaire (PAR-Q). Kuesioner tersebut berisi sejumlah pertanyaan untuk menilai apakah seseorang cukup aman memulai olahraga berintensitas sedang hingga tinggi.
Sementara itu, bagi mereka yang berusia di atas 40 hingga 50 tahun, pemeriksaan kesehatan yang lebih menyeluruh atau medical check-up dianjurkan sebelum mengikuti olahraga seperti HYROX. Hal serupa juga berlaku bagi orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, seperti diabetes maupun hipertensi.
Jessica juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan tren sebagai alasan untuk mengabaikan kondisi kesehatan. Olahraga tetap penting dilakukan, tetapi jenis dan intensitasnya perlu disesuaikan dengan kemampuan tubuh masing-masing. "Tetap olahraga, tetapi pilih olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh dan, bila memang memiliki penyakit tertentu, lakukan di bawah pengawasan dokter," tutupnya.