Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, menjadi kesempatan bagi Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk mengapresiasi kehadiran ribuan umat dan tokoh lintas agama. Menurutnya, kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan.
Nasaruddin Umar menyatakan bahwa indeks kerukunan umat beragama di Indonesia telah meningkat dari 76,47 pada tahun 2024 menjadi 77,89 pada tahun 2025. Capaian ini tidak hanya melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025, tetapi juga semakin mendekati target akhir 2029 yang ditetapkan sebesar 78,25.
Menurut Nasaruddin Umar, capaian indeks kerukunan umat beragama yang tertinggi sepanjang sejarah ini merupakan bukti bahwa masyarakat Indonesia dapat hidup berdampingan dengan perbedaan keyakinan, tetapi dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia. Hal ini menunjukkan kemajuan dalam upaya mempromosikan kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat.