Nasional

Inisiatif Pertamina Tingkatkan Kemandirian Penyandang Disabilitas di Boyolali

Minggu, 23 Agustus 2026, 16:44 WIB 57 views 2 menit baca
DEB Pertamina Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas di Boyolali
DEB Pertamina Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas di Boyolali
Bagikan:

BOYOLALI - Penyandang disabilitas sering menghadapi tantangan dalam mencapai kemandirian akibat keterbatasan fisik. Namun, Kelompok Pandawa Patra, yang didirikan pada tahun 2017, telah membuka jalan bagi mereka untuk maju. Kelompok ini, yang awalnya terdiri dari tujuh anggota, kini telah berkembang menjadi 29 anggota, termasuk 24 penyandang disabilitas dan lima anggota dari keluarga rentan.

Haryono, salah satu pendiri Pandawa Patra, menjelaskan bahwa awalnya mereka mengalami kesulitan dalam memberikan edukasi kepada anggota karena keterbatasan fasilitas dan akses pelatihan. “Kami cukup kesulitan memberikan edukasi kepada teman-teman disabilitas karena keterbatasan fasilitas,” ungkapnya. Namun, perubahan signifikan terjadi pada akhir tahun 2021 setelah mendapatkan pendampingan dari Pertamina, yang melakukan pemetaan kebutuhan dan potensi anggota kelompok.

Program yang diusung adalah integrated farming, yang menggabungkan sektor pertanian dan peternakan sebagai sarana pembelajaran dan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. Haryono menekankan bahwa pendekatan ini tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memperkuat kapasitas kelompok melalui proses pendampingan yang berkelanjutan. “Pertamina tidak langsung memberikan bantuan, tetapi lebih dulu berdiskusi, memetakan kebutuhan kami, lalu menyusun program yang sesuai dengan kondisi anggota,” jelasnya.

Melalui pelatihan di bidang pertanian dan peternakan, anggota kelompok tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga keberanian untuk mencoba dan berkembang. Martuti, salah satu anggota, mengungkapkan rasa syukurnya karena ia dan anaknya, Bagas Suprianto, yang merupakan penyandang disabilitas, dapat belajar banyak di kelompok ini.

Pertamina juga memperkenalkan inovasi dengan memanfaatkan biogas dari limbah kotoran sapi untuk kebutuhan listrik dalam program integrated farming. Konsep ini menjadi bagian dari Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina, yang bertujuan untuk mendorong kemandirian masyarakat dan pembangunan inklusif di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu implementasinya terlihat di Desa Keposong, Kecamatan Tamansari, Boyolali, Jawa Tengah.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menekankan bahwa DEB Pandawa Patra menunjukkan bahwa kemandirian dapat dicapai oleh siapa saja dengan kemauan yang kuat. “Dengan keterbatasan yang mereka miliki, anggota DEB Pandawa Patra menjadi tempat untuk menumbuhkan kemandirian anggota kelompok,” tutupnya.

D

Penulis

Darma Yudhistira

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait