Kesehatan

Jarak Donor Darah yang Dianjurkan

Minggu, 14 Juni 2026, 07:21 WIB 19 views 2 menit baca
Ilustrasi. Donor darah memiliki jeda waktu yang dianjurkan. (istockphoto/Ranah Pixel Studio)
Ilustrasi. Donor darah memiliki jeda waktu yang dianjurkan. (istockphoto/Ranah Pixel Studio)
Bagikan:

Donor darah menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam membantu pasien yang membutuhkan transfusi, mulai dari korban kecelakaan, pasien yang menjalani operasi, hingga penderita penyakit tertentu yang memerlukan transfusi secara berkala. Meski bermanfaat, donor darah tetap harus dilakukan sesuai ketentuan medis. Tujuannya agar tubuh memiliki cukup waktu untuk menggantikan komponen darah yang hilang setelah proses donor.

Menurut pedoman yang digunakan Palang Merah Indonesia (PMI), seseorang tidak dapat mendonorkan darah kapan saja tanpa jeda. Ada batas waktu tertentu yang harus dipenuhi sebelum melakukan donor kembali. Pria umumnya dapat mendonorkan darah kembali setelah jeda minimal dua bulan atau sekitar 60 hari sejak donor terakhir. Rentang waktu tersebut dinilai cukup untuk membantu tubuh memulihkan jumlah sel darah merah yang berkurang selama proses donor.

Wanita biasanya dianjurkan memiliki jeda donor darah yang lebih panjang, yakni sekitar tiga hingga empat bulan. Hal ini berkaitan dengan kondisi biologis wanita, termasuk siklus menstruasi yang dapat memengaruhi kadar hemoglobin dan cadangan zat besi dalam tubuh. Karena itu, pemeriksaan kesehatan sebelum donor menjadi tahapan penting untuk memastikan kondisi tubuh benar-benar siap.

Alasan utama adanya jeda donor darah berkaitan dengan proses regenerasi sel darah merah atau eritrosit. Sel darah merah memiliki masa hidup sekitar 100 hingga 120 hari. Setelah donor dilakukan, tubuh akan memproduksi sel darah merah baru untuk menggantikan yang hilang. Selain itu, tubuh juga membutuhkan waktu untuk mengembalikan cadangan zat besi yang berkurang akibat proses donor.

PMI menetapkan bahwa seseorang dapat mendonorkan darah maksimal lima kali dalam kurun waktu dua tahun. Ketentuan tersebut bertujuan menjaga kesehatan pendonor sekaligus memastikan kualitas darah yang didonorkan tetap optimal. Dengan mematuhi jarak donor darah yang dianjurkan, kegiatan donor dapat dilakukan secara aman sekaligus memberikan manfaat besar bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah.

A

Penulis

Ananta Prana

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait