Ekonomi

Jeffrey Hendrik Resmi Menjabat Direktur Utama BEI, Simak Profil Kariernya

Kamis, 18 Juni 2026, 15:58 WIB 5 views 3 menit baca
Pjs Dirut BEI Jeffrey Hendrik di Pressroom media Gedung BEI, Jakarta Kamis, 4 Juni 2026. (Foto: Kabarbursa.com/Desty Luthfiani)
Pjs Dirut BEI Jeffrey Hendrik di Pressroom media Gedung BEI, Jakarta Kamis, 4 Juni 2026. (Foto: Kabarbursa.com/Desty Luthfiani)
Bagikan:

KABARBURSA.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah resmi menetapkan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2026–2030 pada Kamis, 18 Juni 2026. Penetapan ini dilakukan setelah Jeffrey berhasil lulus dalam penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test). Pengesahan jabatan ini akan dilaksanakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 29 Juni 2026. Sebelumnya, Jeffrey menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI sejak Februari 2026.

Jeffrey Hendrik bukanlah wajah baru di BEI, mengingat ia telah menjabat sebagai Direktur Pengembangan sejak 29 Juni 2022. Karier profesionalnya dimulai di PT Zone Pratama pada tahun 1994 hingga 1996, sebelum bergabung dengan PT Transpacific Securindo dari 1996 hingga 1999, dengan fokus utama pada corporate finance. Ia kemudian menjabat sebagai Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas selama 23 tahun, dari 1999 hingga 2022, dan berhasil mengubah perusahaan tersebut menjadi salah satu broker terkemuka di pasar ritel melalui digitalisasi layanan keuangan.

Setelah diangkat sebagai Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey juga menjabat sebagai Pjs Direktur Utama sejak 12 Februari 2026, menyusul pengunduran diri Iman Rachman. Selama kariernya, Jeffrey terlibat dalam berbagai komite kebijakan, termasuk sebagai Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI (2019–2020) dan pengurus Departemen Perdagangan Efek di Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) (2020–2022). Pengalamannya yang luas di berbagai level ini memberinya pemahaman mendalam mengenai regulasi otoritas dan kebutuhan praktisi pasar.

Selama menjabat sebagai Direktur Pengembangan hingga Pjs Direktur Utama, Jeffrey telah menginisiasi sejumlah kebijakan penting, termasuk respons bursa terhadap tekanan indeks global. Ia memimpin langkah strategis untuk meningkatkan transparansi, termasuk rencana penerbitan daftar saham dengan pemegang saham terkonsentrasi dan pengungkapan pemegang saham di atas 1 persen. Kebijakan ini mengacu pada praktik di bursa global, bertujuan untuk meningkatkan kualitas free float dan likuiditas saham di Indonesia.

Di tengah spekulasi mengenai posisi Indonesia di indeks global, Jeffrey aktif membangun dialog dengan penyedia indeks seperti MSCI dan FTSE. Ia menegaskan komitmen BEI untuk mempercepat reformasi pasar modal dengan menyediakan data investor yang lebih terperinci dan menerapkan Peraturan Nomor I-A tentang pencatatan saham yang mensyaratkan peningkatan free float menjadi 15 persen.

Dalam masa kepemimpinannya yang akan datang, Jeffrey akan menghadapi tantangan besar untuk membawa BEI menuju era yang lebih kompetitif. Fokus utamanya adalah meningkatkan jumlah emiten melalui Initial Public Offering (IPO), diversifikasi instrumen investasi, dan memperkuat ketahanan pasar terhadap volatilitas makroekonomi. Susunan direksi BEI untuk periode 2026–2030 yang akan disahkan pada RUPST 29 Juni mendatang terdiri dari Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama, Saidu Solihin sebagai Direktur Penilaian Perusahaan, Irvan Susandy sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, dan beberapa posisi lainnya.

Jeffrey, yang merupakan lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti (1995), kini dihadapkan pada tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat posisi pasar modal Indonesia sebagai pilar utama ekonomi nasional yang transparan dan berintegritas.

I

Penulis

Indriani Atmaja

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait