Ekonomi

MORA Optimis Pertumbuhan 2026 Melalui Sinergi Infrastruktur

Kamis, 18 Juni 2026, 18:58 WIB 2 views 2 menit baca
PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menegaskan optimisme perusahaan terhadap prospek pertumbuhan kinerja tahun 2026. (Foto: Dok. MORA)
PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menegaskan optimisme perusahaan terhadap prospek pertumbuhan kinerja tahun 2026. (Foto: Dok. MORA)
Bagikan:

PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menunjukkan optimisme terhadap prospek pertumbuhan kinerja di tahun 2026. Perusahaan ini menilai bahwa sinergi strategis yang dihasilkan dari merger antara Moratelindo dan MyRepublic menjadi elemen penting dalam memperkuat posisinya di industri telekomunikasi nasional.

Dalam agenda Public Expose Tahunan 2026 yang diselenggarakan pada Senin, 15 Juni 2026, manajemen MORA menjelaskan bahwa penggabungan ini bukan hanya langkah efisiensi, tetapi juga strategi untuk mengintegrasikan kekuatan infrastruktur kedua perusahaan. Moratelindo dikenal dengan jaringan backbone yang luas, sementara MyRepublic unggul dalam jaringan Fiber-to-the-Home (FTTH) dengan basis pelanggan yang solid. "Melalui penggabungan ini, kami mampu mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur kedua perusahaan untuk mempercepat ekspansi jaringan dan meningkatkan kualitas layanan secara signifikan," ungkap Corporate Secretary MORA, Resi Yuki Bramani.

Manajemen MORA mencatat bahwa fondasi pertumbuhan yang kuat telah terlihat sepanjang tahun 2025. Perseroan melaporkan peningkatan jumlah Homepass sebesar 36 persen menjadi lebih dari 1 juta, serta pertumbuhan pelanggan retail hingga 46 persen, mencapai lebih dari 330 ribu pelanggan. Pencapaian ini berkontribusi pada kenaikan pendapatan segmen retail sebesar 21 persen, menjadi Rp1,3 triliun.

Menjelang tahun 2026, MORA telah merancang langkah ekspansi yang agresif dengan target mencapai 5 juta homepass dan 1,5 juta pelanggan di 186 kota dan kabupaten. Salah satu fokus utama dalam rencana ini adalah penyelesaian proyek strategis "Rising 8", yang mencakup pembangunan sistem kabel bawah laut Jakarta-Batam-Singapura. Proyek segmen Jakarta-Batam sendiri telah berhasil diselesaikan pada Juni 2026. "Proyek kabel bawah laut ini akan memperkuat kapasitas serta keandalan jaringan kami, baik di tingkat nasional maupun regional," tambah Resi.

Public Expose yang berlangsung di Grand Hyatt Jakarta dihadiri oleh 31 peserta dari kalangan media, analis, dan investor publik. Resi menegaskan bahwa semua strategi yang dipaparkan, termasuk optimalisasi peluang cross-selling dan integrasi operasional, bertujuan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan perusahaan di masa mendatang. Manajemen MORA juga memastikan bahwa seluruh materi yang disampaikan telah dilaporkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bagian dari komitmen transparansi informasi perusahaan publik.

E

Penulis

Eira Orelia

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait