Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan bahwa jenis Hantavirus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius. Hantavirus yang ditemukan di MV Hondius diketahui merupakan strain virus Andes, yang menyebabkan penyakit Hantavirus pulmonary syndrome (HPS).
Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Andi Saguni, tipe HPS ini belum dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus. "Tipe HPS ini belum dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus," ujar Andi Saguni dalam konferensi pers.
Perbedaan antara Hantavirus penyebab HPS dan HFRS dapat dilihat dari beberapa sisi, seperti jenis strain virus, gejala, hingga hewan pembawa. Hantavirus penyebab HPS yang ditemukan di MV Hondius berasal dari strain virus Andes, sedangkan Hantavirus penyebab HFRS yang ditemukan di Indonesia berjenis strain Seoul.
Gejala khas HPS adalah gangguan pernapasan berat, sedangkan gejala khas HFRS adalah tubuh menguning karena menyerang ginjal. Selain itu, hewan pembawa Hantavirus di Indonesia adalah Rattus norvegicus atau tikus got dengan strain Seoul virus, sedangkan Andes virus yang ditemukan di Amerika disebarkan oleh tikus liat jenis Oligoryzomys longicaudatus.
Kemenkes sendiri tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari paparan sekresi tikus. Dengan angka kematian mencapai 37,5 persen, jenis Hantavirus penyebab HPS lebih fatal dibanding jenis yang pernah ditemukan di Indonesia.