Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau yang dikenal sebagai Dokter Icha, dinyatakan meninggal pada Jumat, 26 Juni, akibat gantung diri. Sebelum kematiannya, Icha sempat menjalani pemeriksaan kesehatan mental dan didiagnosis mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik.
Menurut Fabianus Banase, juru bicara keluarga Icha, Icha sempat melakukan pemeriksaan kesehatan mental setelah mengalami intimidasi oleh anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Icha mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik.
Depresi berat atau gangguan depresi mayor (major depressive disorder) adalah kondisi kesehatan mental yang memicu perasaan sedih, putus asa, atau hampa yang berlangsung selama minimal dua minggu. Depresi berat juga dapat membuat seseorang kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya dinikmati.
Gejala depresi berat dapat berupa mood menurun, kehilangan minat atau kesenangan dalam sebagian besar aktivitas, perubahan nafsu makan, kelelahan, merasa tidak berharga atau merasa bersalah berlebihan, gelisah atau gerakan melambat, masalah tidur, susah konsentrasi, pikiran soal bunuh diri atau kematian, serta pikiran untuk menyakiti diri sendiri.
Depresi berat tanpa gejala psikotik berarti pasien tidak mengalami gejala psikotik seperti halusinasi atau delusi. Namun, gejala lain seperti konsentrasi dan perhatian berkurang, harga diri dan kepercayaan diri berkurang, gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna, pandangan masa depan yang suram dan pesimistis, gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri, tidur terganggu, dan nafsu makan berkurang masih dapat terjadi.
Kasus kematian Dokter Icha mengingatkan kita tentang pentingnya memahami dan mengenali gejala depresi berat tanpa gejala psikotik. Dengan demikian, kita dapat memberikan dukungan dan bantuan yang tepat kepada mereka yang mengalami kondisi ini.