Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengungkap bahwa pembakaran ranting dan daun kering menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dua kejadian tersebut telah menghanguskan total 6,5 hektare lahan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa karhutla pertama terjadi di Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Jumat (24/7/2026). Tim gabungan berhasil memadamkan api setelah membakar lahan seluas 1,5 hektare.
Menurut Abdul Muhari, kebakaran di Sragen diduga bermula dari aktivitas pembakaran ranting-ranting kecil. Api kemudian merambat dengan cepat ke lahan di sekitarnya. "Kebakaran yang terjadi diduga adanya pembakaran ranting-ranting kecil kemudian menyambar ke lahan sekitarnya," imbuhnya.
Karhutla di Jawa Tengah dan Jawa Timur telah menghanguskan total 6,5 hektare lahan. BNPB dan tim gabungan telah bekerja sama untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran lebih lanjut. Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau dan diinformasikan kepada masyarakat.