Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Bromo di Provinsi Jawa Timur sejak Senin, 3 Agustus 2026, pukul 17.00 WIB. Hingga Rabu, 5 Agustus 2026, pukul 16.45 WIB, luas area yang terbakar mencapai sekitar 60 hektare, yang mencakup wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang.
Di Kabupaten Probolinggo, kebakaran melanda sekitar 10 hektare lahan di kawasan Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Sedangkan di Kabupaten Malang, sekitar 50 hektare lahan terbakar di kawasan Jantur, yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, hingga saat ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat kebakaran tersebut.
Menanggapi kejadian ini, tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Polisi Kehutanan, serta sukarelawan telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. BPBD Provinsi Jawa Timur juga mengerahkan satu unit mobil tangki air untuk mendukung operasi pemadaman darat. Selain itu, untuk memantau sebaran titik api, BPBD menggunakan pesawat nirawak (drone), yang memudahkan petugas untuk mencapai lokasi-lokasi yang terpantau terbakar.
Perkembangan terakhir pada Rabu, 5 Agustus 2026, menunjukkan bahwa api di Blok Bantengan hingga Pusung Jantur, wilayah administratif Desa Sariwani, Kabupaten Probolinggo, telah berhasil dipadamkan pada pukul 15.00 WIB. Namun, masih ada satu titik api yang belum dapat dipadamkan karena terletak di medan yang ekstrem dengan kontur terjal. Di sekitar tugu perbatasan antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, juga terpantau adanya sisa titik api. Tim gabungan tetap bersiaga untuk memantau dan menangani situasi di lokasi tersebut.
Kondisi medan yang sulit menjadi salah satu kendala dalam upaya pemadaman, dengan beberapa titik api berada di lereng Kaldera Bromo yang terjal. Selain itu, angin kencang di sekitar lokasi dapat mempercepat perambatan api. Peristiwa karhutla ini juga mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, telah menginstruksikan untuk memberikan dukungan dalam percepatan penanganan melalui operasi pemadaman udara.
BNPB berencana mengerahkan dua unit helikopter water bombing mulai Kamis, 6 Agustus 2026, untuk membantu memadamkan titik-titik api yang berada di kawasan dengan medan sulit dijangkau. Abdul menyatakan bahwa operasi pemadaman melalui jalur udara diharapkan dapat menekan perluasan kebakaran dan mempercepat penanganan di kawasan terdampak. Selain itu, BNPB juga sedang menyiapkan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah tambahan, yang akan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan.
Untuk menjamin keselamatan masyarakat dan pengunjung, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru telah menutup sebagian kawasan wisata Gunung Bromo sejak Senin, 3 Agustus 2026, pukul 22.00 WIB, hingga waktu yang belum ditentukan. Penutupan sementara ini berlaku untuk akses masuk kawasan wisata dari arah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, termasuk melalui Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk mematuhi penutupan sementara dan mengikuti arahan petugas di lapangan.