Kesehatan

Kebiasaan Pagi yang Berdampak Buruk pada Kesehatan Jantung

Minggu, 31 Mei 2026, 15:06 WIB 12 views 2 menit baca
Kebiasaan Pagi yang Berdampak Buruk pada Kesehatan Jantung
Ilustrasi. Makanan tinggi natrium berisiko tingkatkan penyakit jantung. (iStockphoto/whitewish)
Bagikan:

Jantung merupakan salah satu organ vital yang harus dijaga kesehatannya. Meskipun terkesan sepele, beberapa kebiasaan pagi dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung. Gangguan pada jantung dapat mengancam nyawa, sehingga penting untuk menerapkan gaya hidup sehat, termasuk melalui rutinitas pagi yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Rutinitas pagi berperan penting dalam membentuk suasana hati, energi, hingga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Beberapa kebiasaan pagi yang bisa merusak jantung antara lain langsung memeriksa ponsel setelah bangun tidur, tidak sarapan, sarapan tinggi natrium, malas berjemur, dan malas olahraga.

Langsung memeriksa ponsel setelah bangun tidur dapat membuat otak langsung masuk ke kondisi reaktif sebelum sempat merasa tenang. Kondisi ini bisa memicu stres dan kecemasan, yang dapat meningkatkan kecemasan, memengaruhi fokus dan suasana hati, serta mengganggu ritme sirkadian. Semua kondisi tersebut diketahui menjadi faktor risiko penyakit jantung.

Tidak sarapan sebelum memulai aktivitas bisa menjadi kebiasaan yang berdampak buruk bagi kesehatan jantung. Melewatkan sarapan sering kali membuat seseorang makan atau ngemil berlebihan pada sore hingga malam hari, yang dapat memicu kenaikan berat badan dan meningkatkan kadar gula darah. Gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat memicu diabetes, yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung.

Sarapan tinggi natrium juga dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu risiko gagal jantung. Kelebihan natrium dapat mengganggu sistem pengatur tekanan darah dan membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Kurangnya paparan sinar matahari di pagi hari juga dapat berdampak pada kesehatan jantung, karena kurang paparan sinar matahari dapat menyebabkan defisiensi vitamin D yang dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Gaya hidup sedentari atau minim gerak dapat memicu kenaikan berat badan, kolesterol tinggi, hingga tekanan darah tinggi, yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Karena itu, penting untuk tetap aktif bergerak dan rutin berolahraga agar kesehatan jantung tetap terjaga. Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan pagi yang berdampak buruk pada kesehatan jantung dan menerapkan pola hidup sehat, kita dapat menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit jantung.

E

Penulis

Eira Orelia

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait