Nasional

Kekhawatiran Warga Biak Numfor Terhadap Titik Api Baru Karhutla

Sabtu, 29 Agustus 2026, 05:24 WIB 43 views 2 menit baca
Warga Khawatirkan Titik Api Baru Karhutla Biak Numfor
Warga Khawatirkan Titik Api Baru Karhutla Biak Numfor
Bagikan:

Warga di Biak Numfor, Papua, terus merasakan kekhawatiran terkait kemunculan titik api baru yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam situasi ini, pemerintah didorong untuk memberikan informasi terkini mengenai karhutla kepada masyarakat setempat.

Yohana, seorang warga yang tinggal di Taman Mandow, Samofa, menyatakan bahwa meskipun penanganan karhutla telah dilakukan oleh berbagai pihak, kekhawatiran tetap ada karena titik api baru sering muncul. Dia mengungkapkan, "Kabut asap yang muncul, terutama di malam hari, semakin tebal dan mengganggu aktivitas sehari-hari kami." Yohana juga mencatat bahwa beberapa warga pernah melihat tindakan mencurigakan, seperti membakar kertas yang kemudian ditinggalkan.

Karhutla di Biak Numfor telah berlangsung selama sepekan dan telah mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah, yang terpaksa diliburkan akibat asap tebal. "Kami bahkan harus menggunakan masker saat tidur," tambahnya. Yohana berharap pemerintah lebih responsif terhadap situasi ini, mengingat banyak permukiman yang berdekatan dengan area hutan yang terbakar.

Dia juga menyampaikan bahwa meskipun ada tim dari TNI, Polres, SAR, BPBD, dan BMKG yang terlibat dalam penanganan karhutla, mereka seringkali mengalami kendala dalam hal peralatan pemadaman. "Idealnya, pemadaman bisa dilakukan dengan helikopter, tetapi saat ini tampaknya belum memungkinkan," ujarnya. Yohana menekankan perlunya bantuan alat pemadam yang lebih praktis serta perlengkapan kesehatan bagi warga yang terdampak asap.

Dalam sepekan terakhir, sejumlah titik api di Kabupaten Biak Numfor telah berhasil dipadamkan, namun titik api baru terus bermunculan. Proses pemadaman menjadi tantangan karena kondisi geografis yang sulit dan adanya bom sisa Perang Dunia II yang ditemukan di area hutan. AKP Steven Kabon dari Batalyon A Pelopor Biak menyatakan bahwa keberadaan bom sisa perang menambah risiko bagi tim pemadam dan warga sekitar.

Untuk mencegah terjadinya karhutla lebih lanjut, Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, telah mengimbau masyarakat untuk menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Pihak kepolisian juga aktif melakukan sosialisasi mengenai larangan tersebut.

I

Penulis

Indriani Atmaja

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait