Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai total anggaran yang dibutuhkan untuk pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini disebabkan karena Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum memberikan rincian resmi kepada Kementerian Keuangan.
Meski demikian, Purbaya memastikan bahwa dana operasional yang dimiliki BNPB saat ini masih mencukupi untuk penanggulangan awal. Ia menyatakan, "Saya belum tahu, BNPB belum kasih angka ke saya, tetapi dana mereka cukup sekarang, bisa dipakai dulu untuk penanggulangan bencananya," saat ditemui di kantornya di Jakarta Pusat.
Berdasarkan tinjauan ke beberapa lokasi yang terdampak parah, seperti Manggarai, Purbaya menilai tingkat kerusakan akibat bencana ini tidak seburuk yang terjadi di Aceh pada masa lalu. Ia mencatat bahwa sebagian besar rumah warga di NTT masih berdiri, berbeda dengan kondisi di Aceh yang mengalami kerusakan total yang melumpuhkan aktivitas ekonomi.
Saat ini, banyak korban yang memilih untuk tinggal di tenda penampungan luar ruangan karena khawatir akan potensi bangunan roboh akibat gempa susulan. Purbaya memproyeksikan bahwa kebutuhan biaya tambahan untuk rekonstruksi di kawasan tersebut tidak akan membebani negara secara signifikan. "Artinya, jadi biaya tambahan pun harusnya enggak sebesar di Aceh," ujarnya.
Di sisi lain, terkait kemungkinan pemberian insentif tambahan bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT, Purbaya menyatakan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya bergantung pada usulan dan masukan dari BNPB. Mengenai pengalihan anggaran perlindungan sosial untuk memenuhi kebutuhan program tersebut, Purbaya menegaskan bahwa hal itu akan disesuaikan dengan proposal yang diajukan. "Kalau uang yang di BNPB cukup, ya sudah," tutupnya.