Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengonfirmasi bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayahnya terganggu akibat kenaikan harga bahan bangunan, khususnya semen, yang sempat mencapai lebih dari Rp 100.000 per sak. Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menyatakan bahwa pekerjaan pembangunan rumah dan beberapa kegiatan lainnya terpaksa terhenti sementara karena margin keuntungan kontraktor yang sangat kecil.
Menurut Tarmizi, dampak dari peningkatan harga semen di Aceh Barat telah menyebabkan penurunan signifikan dalam progres pengerjaan fisik di lapangan, bahkan beberapa proyek pemerintah terpaksa dihentikan total. Kenaikan harga material yang mendadak ini berdampak langsung pada skema pembiayaan para kontraktor dan pelaksana di lapangan, yang kini berada dalam posisi sulit.
Dia menjelaskan bahwa anggaran yang telah ditetapkan dalam kontrak awal tidak lagi mencerminkan kondisi pasar semen yang melonjak tinggi. Menanggapi permasalahan ini, Pemkab Aceh Barat tengah mencari solusi bersama pihak-pihak terkait untuk menjaga stabilitas harga dan menemukan formula terbaik agar kenaikan harga semen tidak mengganggu proyek pemerintah daerah dan rehabilitasi yang sedang berlangsung.
“Saat ini, pemerintah daerah sedang merumuskan langkah strategis dan solusi untuk mengatasi masalah ini, agar seluruh pengerjaan fisik di daerah dapat kembali normal dan selesai tepat waktu,” tambahnya.