PT Bank Mandiri Taspen dan PT Petrokimia Gresik (Persero) telah menguatkan kerja sama mereka melalui penandatanganan nota kesepahaman yang mencakup layanan perbankan, pengembangan ekosistem bisnis, dan peningkatan sumber daya manusia. Kerja sama ini bertujuan untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan layanan perbankan Petrokimia Gresik, tetapi juga untuk membangun ekosistem yang bermanfaat bagi karyawan, purnabakti, pelaku usaha, dan masyarakat.
Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha Bank Mandiri Taspen, Noer Fajrieansyah, menyatakan bahwa salah satu fokus dari kerja sama ini adalah pendampingan bagi karyawan yang akan memasuki masa pensiun. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan purnabakti tidak hanya terbatas pada akses pembiayaan, melainkan juga mencakup pendampingan agar para purnabakti tetap produktif. “Yang harus dibentuk adalah sebuah ekosistem. Bank Mandiri Taspen fokus pada Pensiunan dan Senior Citizen ekosistem,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sinergi dengan PT Petrokimia Gresik dapat memperluas program pendampingan melalui pengembangan usaha dan kegiatan sosial yang memberikan manfaat ekonomi.
Noer juga mengungkapkan bahwa salah satu peluang yang akan dijajaki adalah pengembangan sektor pertanian dan ekosistem usaha, termasuk melalui kios nonsubsidi dan kegiatan komersial yang melibatkan pelaku usaha serta masyarakat. Ia berharap nota kesepahaman ini dapat segera ditindaklanjuti dengan program konkret agar manfaat kerja sama dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menilai Bank Mandiri Taspen sebagai mitra strategis dalam memperluas sinergi. Ia menekankan bahwa ruang kerja sama ini lebih luas dari sekadar hubungan bisnis, karena dapat menciptakan nilai tambah bagi perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Sinergi ini mencakup layanan transaksional, pengelolaan dana, dan pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Adityo menambahkan bahwa perhatian terhadap karyawan yang akan memasuki masa purnatugas sangat penting, mengingat sekitar 90 persen karyawan perusahaan berusia di bawah 40 tahun. Dengan demikian, sebagian besar karyawan diperkirakan baru akan memasuki masa purnabakti dalam 10-15 tahun ke depan. Perusahaan pun mulai menyiapkan program agar karyawan tetap memiliki kemandirian dan produktivitas setelah pensiun, termasuk program pembekalan prapensiun dan pengembangan kewirausahaan.
Kerja sama ini juga membuka peluang untuk pengembangan ekosistem bisnis agroindustri, seperti pengembangan paket usaha bagi distributor dan peritel serta skema usaha yang dapat memperkuat rantai pasok agroindustri. Langkah ini sejalan dengan bisnis Petrokimia Gresik yang berfokus pada sektor agroindustri, diharapkan dapat mendukung ketersediaan produk dan menciptakan nilai tambah bagi pelaku usaha dan masyarakat.
Kedua perusahaan juga membuka peluang kolaborasi dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang bertujuan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Adityo berharap kerja sama ini segera terwujud dalam program yang terukur dan dapat diimplementasikan. Ia menekankan bahwa kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kebutuhan perbankan dan persiapan purnatugas, tetapi juga berkembang menjadi pembangunan ekosistem bisnis yang luas dan memberikan manfaat nyata bagi kedua perusahaan serta masyarakat.