Kesehatan

Kesenjangan Kontrasepsi di Indonesia: Perempuan Masih Mendominasi

Selasa, 30 Juni 2026, 20:18 WIB 40 views 1 menit baca
Ilustrasi. Data Kemendukbangga/BKKBN tahun 2025 mencatat, sebanyak 96,7 persen peserta KB merupakan perempuan. (iStockphoto/Menshalena)
Ilustrasi. Data Kemendukbangga/BKKBN tahun 2025 mencatat, sebanyak 96,7 persen peserta KB merupakan perempuan. (iStockphoto/Menshalena)
Bagikan:

Di Indonesia, kesetaraan dalam kesehatan reproduksi masih menghadapi tantangan besar. Berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025, sebanyak 96,7 persen peserta KB merupakan perempuan, sementara partisipasi pria masih sangat rendah.

Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga/BKKBN, Wahidin, mengatakan bahwa kesenjangan ini menjadi salah satu persoalan yang masih dihadapi dalam program keluarga berencana di Indonesia. "Problem yang lain, mungkin yang relevan dengan diskusi kita hari ini adalah kesenjangan pengguna kontrasepsi," katanya.

Menurut Wahidin, dari sekitar 40 juta pasangan usia subur, terdapat sekitar 25 juta pengguna kontrasepsi aktif. Namun, jumlah pengguna kontrasepsi pria masih mendekati 1 juta orang, dengan 920 ribu orang menggunakan kondom dan 31 ribu orang melakukan vasektomi.

Wahidin menjelaskan bahwa rendahnya partisipasi pria bukan disebabkan satu faktor saja, melainkan karena berbagai faktor sosial dan keterbatasan pilihan kontrasepsi. "Pilihan untuk pria memang sementara ini baru dua pilihan, antara kondom dan vasektomi atau MOP. Sehingga ini menjadi salah satu kendala," katanya.

Kemendukbangga juga telah mendorong berbagai riset mengenai kontrasepsi pria, termasuk suntik KB untuk pria. Namun, hingga kini hasilnya belum dapat diterapkan sebagai program nasional. Meski demikian, Wahidin tidak menutup kemungkinan metode kontrasepsi pria akan berkembang seiring kemajuan penelitian.

J

Penulis

Jarot Kusna

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait