Nasional

Ketua Umum LOGIS 08 Dukung Prabowo untuk Evaluasi Menteri yang Tidak Sejalan dengan Kebijakan Pemerintah

Sabtu, 01 Agustus 2026, 17:14 WIB 60 views 2 menit baca
Ketum LOGIS 08 Dukung Prabowo Ganti Menteri yang Tak Seirama dengan Agenda Strategis Pemerintahan
Ketum LOGIS 08 Dukung Prabowo Ganti Menteri yang Tak Seirama dengan Agenda Strategis Pemerintahan
Bagikan:

JAKARTA - Relawan Prabowo-Gibran (LOGIS 08) menyatakan dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi atau pergantian terhadap menteri yang dianggap tidak sejalan dengan kebijakan dan agenda strategis pemerintahan. Ketua Umum LOGIS 08, Anshar ILO, menekankan pentingnya soliditas kabinet agar pemerintahan dapat berfungsi secara efektif dalam merealisasikan berbagai program prioritas nasional.

Menurut Anshar, setiap menteri harus memiliki visi, irama kerja, dan komitmen yang sejalan dalam mendukung kepemimpinan Presiden Prabowo. Ia menyatakan, "Presiden membutuhkan tim yang solid, fokus bekerja, serta mampu menjaga stabilitas pemerintahan. Jangan sampai agenda besar Presiden terganggu hanya karena munculnya polemik yang tidak perlu atau perbedaan sikap yang justru membingungkan publik." Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada Sabtu (1/8/2026).

Ia juga menyoroti bahwa dalam sistem pemerintahan presidensial, menteri berfungsi sebagai pembantu Presiden yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan visi, misi, serta program kerja kepala negara. Oleh karena itu, evaluasi kinerja kabinet merupakan hak prerogatif Presiden yang dijamin oleh konstitusi. LOGIS 08 berpendapat bahwa menteri seharusnya lebih mengutamakan tindakan nyata daripada menciptakan narasi yang berpotensi menimbulkan kontroversi di publik.

Anshar menambahkan bahwa energi pemerintah seharusnya difokuskan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta meningkatkan investasi. "Kami percaya Presiden Prabowo memiliki ukuran dan pertimbangan yang objektif dalam mengevaluasi para pembantunya. Jika ada menteri yang tidak mampu mengikuti ritme kerja atau menimbulkan kegaduhan, Presiden berhak melakukan penyegaran kabinet demi kepentingan bangsa dan negara," ujarnya.

LOGIS 08 juga mengingatkan agar seluruh jajaran kabinet menjaga disiplin komunikasi publik untuk menghindari persepsi adanya perbedaan arah kebijakan di dalam pemerintahan. Komunikasi yang selaras diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat serta memberikan kepastian bagi dunia usaha dan investor.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya spekulasi publik mengenai kemungkinan evaluasi kabinet, meskipun pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa pengangkatan dan pemberhentian menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. Di akhir pernyataannya, Anshar menegaskan dukungannya terhadap setiap langkah Presiden Prabowo yang bertujuan memperkuat efektivitas pemerintahan dan menjaga stabilitas nasional demi mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan sejahtera.

I

Penulis

Indriani Atmaja

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait