Nasional

Ketum LOGIS 08: Narasi Prabowo Diam Soal Karhutla Menyesatkan

Sabtu, 22 Agustus 2026, 04:33 WIB 44 views 1 menit baca
Tanggapi Narasi Menganggap Prabowo Diam Soal Karhutla di Kalimantan, Ketum LOGIS 08: Menyesatkan
Tanggapi Narasi Menganggap Prabowo Diam Soal Karhutla di Kalimantan, Ketum LOGIS 08: Menyesatkan
Bagikan:

JAKARTA - Organisasi loyalis Prabowo Subianto, LOGIS 08, memberikan tanggapan terkait narasi yang menyatakan bahwa Presiden Prabowo tidak memberikan perhatian serius terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah daerah di Kalimantan. Ketua Umum LOGIS 08, Anshar Ilo, menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak mencerminkan langkah nyata pemerintah dalam menangani masalah tersebut.

Anshar Ilo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan arahan untuk penanganan karhutla yang maksimal dan terkoordinasi. Ini termasuk pengerahan personel, operasi darat dan udara, serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). "Narasi yang menyebutkan Presiden Prabowo diam terhadap kebakaran di Kalimantan adalah menyesatkan. Faktanya, Presiden telah memberikan instruksi dan seluruh instrumen pemerintah bergerak untuk penanganan," ujarnya di Jakarta.

Pemerintah, lanjutnya, telah melakukan pemantauan titik api serta mempersiapkan dan melaksanakan OMC, termasuk pengerahan helikopter dan pesawat untuk mendukung pemadaman. Anshar juga menyoroti operasi terpadu yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, serta TNI dan Polri, yang berfokus pada penanganan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Anshar juga menekankan bahwa perhatian Presiden terhadap ancaman karhutla sudah terlihat sejak sebelum kebakaran meningkat. Pada 28 Juli 2026, Presiden Prabowo mengadakan rapat terbatas untuk membahas kesiapan menghadapi musim kemarau dan El Nino, di mana ia memberikan instruksi strategis untuk menjaga ketersediaan air dan mencegah kebakaran.

LOGIS 08 menganggap penting untuk menyampaikan fakta ini kepada masyarakat agar perdebatan mengenai karhutla tidak terjebak dalam pertarungan narasi politik. "Kita harus memastikan seluruh instruksi Presiden efektif di lapangan," tambah Anshar.

Pada Jumat (21/8/2026), pemerintah juga memperkuat penanganan dengan mengirimkan lima pesawat TNI Angkatan Udara ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk mendukung operasi penanganan karhutla, serta terus mengoptimalkan OMC untuk meningkatkan peluang hujan di daerah rawan kebakaran.

Anshar menekankan bahwa karhutla berkaitan dengan keselamatan rakyat dan lingkungan hidup, dan meminta agar bencana tidak dijadikan panggung untuk membangun persepsi negatif terhadap pemerintah. "Jika ada kekurangan, kritik harus disampaikan dengan objektif," ujarnya. LOGIS 08 mendorong pemerintah untuk terus beroperasi hingga semua titik api dapat dikendalikan dan risiko kabut asap dapat diminimalkan.

LOGIS 08 berkomitmen untuk mendukung Presiden Prabowo dalam mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan masalah karhutla, menegaskan bahwa fokus utama adalah memadamkan api, melindungi rakyat, menindak pelaku pembakaran, dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

D

Penulis

Dinda Mughni

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait