Berita tentang sekolah yang ambruk dan fondasi pendidikan yang terabaikan telah menjadi perhatian publik belakangan ini. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah perlu memperhatikan kebutuhan dasar pendidikan dan merawat fondasi yang telah ada, bukan hanya fokus pada program baru.
Menurut data, banyak sekolah dasar negeri yang mengalami kerusakan dan belum memperoleh rehabilitasi yang memadai. Hal ini berdampak pada kualitas pendidikan dan kemampuan siswa. Pemerintah perlu memprioritaskan kebutuhan dasar pendidikan, seperti rehabilitasi sekolah, penyediaan sarana belajar, dan peningkatan kesejahteraan guru.
Pemerintah telah menjalankan program revitalisasi sekolah dengan anggaran sekitar Rp 13,4 triliun untuk 11.744 satuan pendidikan di tahun 2026. Namun, jumlah tersebut masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan pembiayaan program lainnya, seperti program MBG yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 triliun – Rp 1,2 triliun setiap hari.
Pembangunan sekolah dan program pendidikan baru perlu diimbangi dengan perhatian pada kebutuhan dasar pendidikan yang telah ada. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap anak Indonesia dapat belajar di sekolah yang aman, layak, dan berkualitas. Dengan demikian, pendidikan di Indonesia dapat berkembang dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.