Media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang diunggah di Instagram, memperlihatkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang berdiri di lokasi terpencil di Jawa Barat. Bangunan ini terletak di kaki Gunung Ciremai, yang berada di wilayah Kabupaten Majalengka dan Kuningan, dan terlihat mencolok di tengah lanskap yang jauh dari keramaian masyarakat.
Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman menjelaskan bahwa tujuan dari pembangunan Kopdes adalah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat di daerah pedesaan. Dengan akses yang sulit menuju pusat kota, pemerintah berupaya memfasilitasi agar masyarakat desa dapat memperoleh kebutuhan yang sama dengan masyarakat di kota. Oleh karena itu, program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dibuat.
Dudung menegaskan bahwa setiap Kopdes dirancang untuk menjangkau permukiman masyarakat. Ia menyatakan, "Kopdes itu kan masing-masing desa ya, karena masyarakat desa itu harus terpenuhi juga kebutuhannya. Di luar jangkauan-jangkauan dari kota, maka dibentuklah koperasi desa." Ia juga menambahkan bahwa seharusnya Kopdes dibangun di lokasi yang lebih dekat dengan permukiman agar masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan kebutuhan pokok seperti beras, gas, dan pulsa.
Lebih lanjut, Dudung menjelaskan bahwa keberadaan koperasi desa di daerah terpencil bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Tujuannya adalah biar masyarakat-masyarakat di pedalaman yang jauh dari mana pun, dengan adanya koperasi desa, maka dia tidak kesulitan, baik itu membeli gas, membeli pulsa, atau apa pun yang lainnya, terutama bahan seperti beras, minyak, gula, dan sebagainya," ungkapnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa Kopdes yang berada di kaki Gunung Ciremai tidak menjangkau permukiman warga. Menurutnya, setiap pembangunan Kopdes berdasarkan aspirasi kepala desa dan selalu mempertimbangkan lokasi yang relevan dengan permukiman masyarakat. "Di kampung mah sama aja, kan itu dicari sesuai dengan aspirasi dari kepala desa," tutup Dudung.