Nasional

Krisis Rupiah: Industri Otomotif Indonesia Menghadapi Tantangan

Jumat, 22 Mei 2026, 11:06 WIB 12 views 1 menit baca
Krisis Rupiah: Industri Otomotif Indonesia Menghadapi Tantangan
Advertisement
Bagikan:

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah mencetak rekor baru, mencapai lebih dari Rp17.700 per dolar AS. Kondisi ini membuat produsen otomotif di Indonesia khawatir tentang masa depan industri mereka. Mereka menghadapi tekanan berat akibat naiknya harga komponen impor, yang merupakan dampak langsung dari pelemahan nilai tukar rupiah.

Salah satu produsen otomotif yang terkena dampak adalah Daihatsu. Perusahaan asal Jepang ini mengakui bahwa depresiasi rupiah telah memukul biaya produksi mereka, karena masih ada sejumlah komponen kendaraan yang diimpor. Menurut Marketing Director dan Corporate Planning Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, perusahaan harus melakukan berbagai langkah efisiensi untuk tetap bertahan.

"Ada beberapa komponen yang memang impor. Pastinya butuh penyesuaian. Tapi keberlanjutan industri ini kan mesti jalan ya," ujar Sri Agung. Perusahaan harus beradaptasi dengan kondisi ekonomi yang tidak stabil dan mencari cara untuk mengurangi biaya produksi. Dengan demikian, industri otomotif di Indonesia dapat tetap kompetitif dan bertahan di tengah krisis rupiah.

A

Penulis

Ananta Prana

Penulis di Jagad Info

Sumber: inews.id inews.id

Berita Terkait