Nasional

--- Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Menempati Peringkat Keempat Terburuk di Dunia ---

Jumat, 31 Juli 2026, 14:09 WIB 64 views 2 menit baca
Kualitas Udara Jakarta Jumat Pagi Terburuk Keempat di Dunia
Kualitas Udara Jakarta Jumat Pagi Terburuk Keempat di Dunia
Bagikan:
---TITLEEXCERPT--- Pada Jumat pagi, kualitas udara di Jakarta tercatat sebagai yang terburuk keempat di dunia, dengan indeks kualitas udara mencapai angka 147. ---CONTENT---

JAKARTA - Kualitas udara di Jakarta pada pagi hari Jumat, 31 Juli, menempati posisi keempat terburuk di dunia. Hal ini berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir yang mencatat indeks kualitas udara (AQI) di angka 147 pada pukul 06.00 WIB, yang termasuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan indeks 174. Di urutan kedua terdapat Kampala, Uganda, dengan angka 154, dan Lahore, Pakistan, di posisi ketiga dengan indeks 151. Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerapkan tiga strategi utama untuk memperbaiki kualitas udara.

Strategi pertama adalah memperluas layanan bus Transjabodetabek guna mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, termasuk rute baru seperti Blok M-Alam Sutera dan Blok M-Bandara Soekarno-Hatta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan transportasi publik yang telah disediakan oleh pemerintah provinsi.

Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan untuk memberikan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat. Saat ini, konektivitas transportasi Jakarta telah mencapai 92 persen, menjadikannya peringkat ke-17 di dunia dan kedua di ASEAN setelah Singapura. Sektor transportasi menyumbang 50 persen emisi gas buang di Jakarta, sehingga Pramono menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada tahun 2030.

Selain fokus pada transportasi, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian utama Pemprov DKI. Pembangunan fasilitas pengolahan sampah ITF (Intermediate Treatment Facility) di beberapa lokasi seperti Sunter dan Bantargebang ditargetkan dapat dimulai pada pertengahan tahun ini. Pramono berharap bahwa langkah-langkah ini dapat secara signifikan mengurangi emisi di Jakarta.

V

Penulis

Vina Maharani

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait