Kesehatan

Lansia Indonesia Terancam Demensia, 30 Persen Terindikasi

Jumat, 22 Mei 2026, 08:06 WIB 8 views 1 menit baca
Lansia Indonesia Terancam Demensia, 30 Persen Terindikasi
Ilustrasi. Kemenkes RI mengungkapkan, sekitar 30 persen lansia yang menjalani skrining kesehatan pada 2025 memiliki indikasi gangguan kognitif. (Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Bagikan:

Jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia terus meningkat dan dibayangi ancaman demensia yang semakin besar. Kementerian Kesehatan menemukan bahwa sekitar 30 persen lansia di Indonesia terindikasi gangguan kognitif, yang berpotensi meningkatkan beban ekonomi keluarga dan negara.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan RI, Imran Pambudi, mengatakan bahwa peningkatan jumlah lansia menjadi tantangan baru bagi sistem kesehatan nasional, terutama terkait penanganan demensia dan Alzheimer. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar-Sensus (SUPAS), populasi lansia Indonesia pada 2024 telah mencapai hampir 12 persen dari total penduduk atau sekitar 34 juta jiwa.

Imran juga menekankan bahwa angka harapan hidup masyarakat Indonesia meningkat, namun kualitas hidup sehat pada usia lanjut belum sepenuhnya diikuti. "Umur harapan hidup kita itu kan meningkat terus. Saat ini sudah hampir 73 tahun. Nah, tetapi jangan senang dulu. Karena 73 tahun itu umur harapan hidupnya, tapi umur harapan hidup sehatnya itu cuman 61 setengah tahun," kata Imran.

Kemenkes sendiri mulai melakukan skrining kesehatan pada kelompok lansia sejak 2025. Dari sekitar 7 juta lansia yang telah menjalani pemeriksaan, ditemukan indikasi gangguan kognitif dalam jumlah cukup besar. Imran menilai bahwa layanan kesehatan Indonesia perlu mulai beradaptasi dengan kebutuhan perawatan lansia jangka panjang, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk membantu proses edukasi, monitoring, hingga pendampingan pasien demensia dan keluarganya.

A

Penulis

Ananta Prana

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait