Nasional

Lima Film Pendek Kelas Pekerja Menerima Penghargaan di Madfest Merah Putih 2026

Rabu, 19 Agustus 2026, 19:15 WIB 57 views 2 menit baca
Lima Film Pendek Kelas Pekerja Raih Penghargaan di Madfest Merah Putih 2026
Lima Film Pendek Kelas Pekerja Raih Penghargaan di Madfest Merah Putih 2026
Bagikan:

Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) menyelenggarakan Malam Anugerah Aspirasi Madfest Merah Putih 2026 di Jakarta pada Selasa, 18 Agustus. Festival film pendek ini diikuti oleh sekitar 60 peserta, di mana 10 film terpilih sebagai nominasi dan lima di antaranya meraih penghargaan.

Lima film yang dinyatakan sebagai pemenang adalah Kandang yang Tak Menunduk, Lelah, Antrian Nomer Kematian, Rastra Sewa Kotama, dan Dilema. Setiap pemenang mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta, sementara lima nominasi lainnya masing-masing memperoleh Rp2 juta.

Ketua PPHUI, Sonny Pudjisasono, menjelaskan bahwa festival ini merupakan hasil inisiatif bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierly setelah mereka menghadiri peringatan Hari Buruh (May Day) di Monas pada Mei 2026. Sonny menyatakan bahwa Madfest Merah Putih bertujuan untuk menjadi saluran baru dalam menyampaikan aspirasi pekerja di luar aksi demonstrasi.

“Saya bersama dengan Pak Menteri Tenaga Kerja menggagas untuk menggelar festival film pendek kelas pekerja yang kita namakan Madfest Merah Putih ini,” ungkap Sonny dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa aspirasi yang disampaikan melalui aksi jalanan sering kali tidak terarsip dengan baik. Dengan adanya festival ini, ia berharap aspirasi para pekerja dapat terdokumentasi secara permanen.

Sonny juga mengungkapkan rencana untuk memperluas festival ini di tahun-tahun mendatang dengan menambah kategori yang lebih bervariasi. “Untuk 2027, kita akan menetapkan 21 kategori, termasuk kategori lingkungan hidup, HAM, kelautan, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Gagasan Madfest Merah Putih berawal dari pertemuan antara Sonny dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierly pada peringatan Hari Buruh Internasional di Monas. Momentum tersebut memicu ide untuk menyediakan saluran alternatif bagi pekerja dalam menyampaikan aspirasi mereka melalui medium film, yang selama ini dianggap minim pendokumentasian.

Festival perdana ini berhasil menarik perhatian dengan diikuti oleh banyak peserta dari kalangan pekerja, dan setelah melalui proses kurasi, akhirnya lima karya terpilih sebagai pemenang. Acara puncak dihadiri oleh jajaran PPHUI dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. Keberhasilan festival ini menunjukkan potensi untuk berkembang lebih jauh, dengan rencana penambahan kategori tematik yang mencakup isu-isu sosial yang lebih luas.

A

Penulis

Adhe Dharma

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait