Seorang mahasiswa semester 10 program S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) berinisial JST mengalami depresi setelah sidang skripsinya dibatalkan 12 kali. Video kondisi JST sempat viral di media sosial akhir Juli 2026, menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut mengalami tekanan mental yang sangat berat.
Pihak kampus telah memulai proses investigasi untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian tersebut. Dekan FKM Undana, Prof. Apris Adu, menyatakan bahwa proses klarifikasi masih berlangsung secara menyeluruh dan pihak FKM telah berkoordinasi dengan dosen pembimbing maupun dosen penguji. Namun, salah satu dosen penguji sedang berada dalam suasana duka, sehingga proses investigasi masih belum selesai.
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., bersama jajaran pimpinan telah mengunjungi JST yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Wirasakti Kupang, NTT. Rektor Undana menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pemulihan kesehatan fisik dan mental JST, dan kampus akan mengawal proses studi JST hingga lulus Sarjana.
Prof. Jefri juga menyatakan bahwa pihak kampus akan memastikan bahwa JST dapat mengikuti sidang skripsi dan menyelesaikan studinya sampai meraih gelar sarjana. Selain itu, Undana juga menjanjikan evaluasi prosedur bimbingan agar kejadian serupa tidak terulang pada masa mendatang.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, juga telah berkomunikasi dengan JST melalui panggilan video dan menanyakan kondisi kesehatannya. Pihak kementerian mendukung penuh agar JST bisa pulih dan menyelesaikan studinya sampai meraih gelar sarjana.