Sebagian orang mungkin mengalami gejala seperti perut begah, kembung, dan asam lambung setelah makan daging kurban. Namun, menurut dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi, dr Aru Ariyanto, gejala tersebut lebih berkaitan dengan jumlah konsumsi dan proses pencernaan daging yang memang lebih lama dibanding makanan lain.
Dr Aru menjelaskan bahwa proses pencernaan protein dari daging memang lebih berat sehingga tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mengolahnya. "Dari beberapa penelitian memperlihatkan konsumsi daging itu akan lama dicerna di lambung," katanya. Akibatnya, sebagian orang bisa mengalami rasa penuh, begah, hingga konstipasi setelah makan daging dalam jumlah banyak.
Namun, dr Aru menegaskan bahwa GERD sebenarnya tidak secara langsung disebabkan oleh konsumsi daging. Hanya saja, makan dalam jumlah terlalu banyak tetap bisa memperberat kerja saluran cerna dan memicu rasa tidak nyaman pada sebagian orang. Oleh karena itu, dr Aru menyarankan untuk tidak makan daging secara berlebihan selama Idul Adha dan memilih olahan daging yang lebih ringan dan tidak terlalu berlemak.
Dr Aru juga menyarankan konsumsi serat yang cukup agar pencernaan bekerja lebih baik saat konsumsi daging meningkat selama Idul Adha. "Dengan adanya serat akan membantu pencernaan lebih baik sehingga tubuh mencerna atau mengolah protein atau daging di usus pun lebih baik sehingga rasa begah, kembung pun lebih mudah hilang," ucapnya.