Presiden Joko Widodo, yang menjabat sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia, baru-baru ini menerima gelar kehormatan sebagai Raja Timor dari masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Acara penobatan berlangsung di Kelurahan Lai Lai Besi Kopan, Kota Kupang, pada hari Sabtu, 1 Agustus.
Prosesi penobatan ini dipimpin oleh para raja dari seluruh Pulau Timor, menandakan penghormatan yang tinggi terhadap Jokowi. Ribuan warga turut hadir dalam acara sakral ini, yang juga dimeriahkan dengan penampilan Tari Caci dan Tari Bonet dari daerah Manggarai, NTT. Gelar Raja Timor ini menambah daftar penganugerahan gelar adat yang telah diterima Jokowi, setelah masa jabatannya berakhir.
Sebelumnya, Jokowi juga mendapatkan gelar adat Baginda Pemuka Bangsa dari lima kerajaan adat di Lampung. Dalam prosesi tersebut, ia menjalani berbagai ritual sakral, termasuk ritual menginjak kepala kerbau. Penobatan ini menunjukkan kedekatan Jokowi dengan masyarakat adat dan komitmennya terhadap budaya lokal.
Dengan penganugerahan gelar ini, diharapkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat adat semakin erat, serta menjadi langkah positif dalam pelestarian budaya di NTT. Perkembangan selanjutnya terkait kegiatan dan interaksi Jokowi dengan masyarakat adat akan terus diikuti.