Nasional

Menaker Yassierli Soroti Dua Keterampilan Penting untuk Lulusan Perguruan Tinggi

Senin, 31 Agustus 2026, 23:40 WIB 40 views 2 menit baca
Menaker Yassierli Tekankan 2 Hal Ini Perlu Dikuasai Lulusan Perguruan Tinggi, Apa Itu?
Menaker Yassierli Tekankan 2 Hal Ini Perlu Dikuasai Lulusan Perguruan Tinggi, Apa Itu?
Bagikan:

DEPOK - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi harus membangun kompetensi yang terintegrasi untuk dapat bersaing di dunia kerja yang terus berubah. Selain menguasai bidang studi masing-masing, lulusan juga perlu memperkuat keterampilan digital, kecerdasan artifisial (AI), komunikasi, dan keterampilan lainnya yang relevan dengan kebutuhan industri.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menaker Yassierli dalam kuliah umum di Institut Agama Islam SEBI (IAI SEBI) di Depok, Jawa Barat, pada Senin (31/8). Ia menjelaskan bahwa perubahan teknologi dan kebutuhan industri kini mengharuskan pencarian lulusan tidak hanya berdasarkan nama program studi, tetapi juga berdasarkan kombinasi kompetensi yang dapat mereka tawarkan. "Core skill saja tidak cukup. Jadi tidak hanya ijazah, tidak hanya sertifikat kompetensi, tetapi sekarang trennya adalah integrated skills," ujarnya.

Yassierli memberikan contoh perubahan kebutuhan ini dengan munculnya pekerjaan baru seperti analis data (big data analyst) dan pengembang produk (product developer), yang tidak selalu terkait langsung dengan nama program studi tertentu. "Sekarang dicari big data analyst, dicari product developer. Mana ada program studi product developer atau big data analyst? Karena yang diminta itu core skill dan skill yang terintegrasi," jelasnya.

Ia menekankan bahwa penting bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi secara serius selama masa perkuliahan, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman praktis dan bukti kompetensi. "Kalau sekarang mengambil program studi apa, sudah serius di situ. Yakini itu adalah journey yang harus dibangun. Belajar, praktik, magang, mendapatkan sertifikat, dan membangun portofolio," pesan Yassierli.

Menaker Yassierli juga mengingatkan mahasiswa untuk mulai merancang rekam jejak kompetensinya sejak awal perkuliahan. Pengalaman belajar, praktik, magang, sertifikasi, dan portofolio yang dibangun selama kuliah dapat menjadi bagian dari rekam jejak yang ditawarkan kepada dunia kerja. "CV itu bukan dibuat, tetapi CV itu dirancang dari kertas kosong. Kita ingin tiga atau empat tahun lagi CV kita isinya apa, itu harus dirancang," tuturnya.

Yassierli berharap perguruan tinggi dapat terus memperkuat pembelajaran yang membekali mahasiswa dengan kompetensi sesuai bidang sekaligus keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

J

Penulis

Jarot Kusna

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait