Pendidikan

Mendidik Anak Down Syndrome: Kisah Imelda dan Satya

Jumat, 24 Juli 2026, 09:50 WIB 63 views 2 menit baca
Mendidik Anak Down Syndrome: Kisah Imelda dan Satya
Sumber gambar: kompas.com
Bagikan:

Imelda melahirkan anak keduanya, Satya Dwiputra, 26 tahun yang lalu di Jakarta. Awalnya, Imelda tidak menyadari bahwa Satya memiliki down syndrome, karena gejala-gejala tersebut tidak terlalu jelas pada awalnya. Namun, ketika Satya berusia 9 bulan dan belum bisa duduk, Imelda mulai curiga bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

Setelah melakukan pemeriksaan, Imelda diberitahu bahwa Satya memiliki down syndrome. Imelda mengaku terkejut dan tidak siap untuk menerima kenyataan tersebut. Namun, dia segera menyadari bahwa dia harus berpikir tentang masa depan Satya dan bagaimana dia dapat membantunya.

Imelda kemudian mencari klinik tumbuh kembang anak yang khusus menangani down syndrome dan memulai terapi untuk Satya. Terapi tersebut meliputi melatih otot tubuh agar lebih kuat dan melatih lidah agar lancar berbicara. Imelda juga mempraktikan latihan yang diikuti Satya di rumah dengan bantuan baby sitter.

Ketika Satya memasuki usia sekolah, Imelda mencari sekolah reguler di ibu kota yang mau menerima anak down syndrome. Imelda mengaku bahwa awalnya dia ragu-ragu untuk mendaftarkan Satya ke sekolah reguler, karena dia tidak yakin apakah Satya dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Namun, dengan dukungan dari keluarga dan guru, Satya dapat bersekolah di sekolah reguler sejak TK hingga SMP.

Satya menghabiskan masa bermain di TK Santa Maria Fatima, Jatinegara, dan kemudian masuk ke SD Santo Antonius, Matraman. Namun, karena materi pelajaran yang kian sulit, Satya hanya dapat bersekolah di SD Sint Yoseph, Senen, yang merupakan sekolah inklusi. Imelda mengaku bahwa dia harus meninggalkan kariernya sebagai sekretaris untuk dapat mengajari Satya sendiri dan membantunya dalam pelajaran.

Imelda juga mengaku bahwa Satya memiliki banyak bakat, seperti menggambar dan bermain musik. Satya bahkan pernah mengikuti kursus menggambar dan desain grafis, serta les vokal. Imelda berharap bahwa Satya dapat menggunakan bakat-bakat tersebut untuk menjadi mandiri dan melakukan hal-hal yang disukainya.

Satya kini masih terus les matematika supaya terus lancar berhitung dan dapat melakukan pekerjaan yang diinginkannya. Imelda juga mengajarkan Satya berjualan tas wanita melalui Instagram, agar Satya dapat memiliki pengalaman berbisnis dan menjadi mandiri. Imelda berharap bahwa Satya dapat menjadi yang terbaik versi dirinya dan dapat mandiri di masa depan.

E

Penulis

Eira Orelia

Penulis di Jagad Info

Sumber: kompas.com kompas.com

Berita Terkait