Nasional

Mendikdasmen Ajak Guru Tingkatkan Kualitas Menjelang MPLS SNT

Sabtu, 08 Agustus 2026, 05:58 WIB 59 views 3 menit baca
Menjelang MPLS Perdana SNT, Mendikdasmen Minta Guru Banyak Belajar
Menjelang MPLS Perdana SNT, Mendikdasmen Minta Guru Banyak Belajar
Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya penguatan bagi kepala sekolah dan tenaga pendamping pembelajaran (TPP) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang akan memulai tugas mereka di sekolah masing-masing, seiring dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) perdana pada 10 Agustus 2026. Penguatan ini diharapkan dapat membantu kepala sekolah dan TPP dalam membangun lingkungan serta budaya belajar yang positif sejak hari pertama.

Mu’ti menyatakan bahwa kepala sekolah dan TPP memiliki peran krusial dalam memastikan penyelenggaraan pembelajaran yang berkualitas, menciptakan suasana sekolah yang aman dan menyenangkan, serta mendampingi setiap siswa untuk mengembangkan potensi mereka secara optimal. Menurutnya, keberhasilan SNT sangat bergantung pada kualitas para pendidik yang menjalankannya. Oleh karena itu, pendidik diharapkan tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga terus meningkatkan kapasitas diri mereka.

“Guru harus terus belajar. Mengajar adalah proses belajar itu sendiri. Jangan pernah berhenti meningkatkan kapasitas diri,” ungkap Mu’ti. Dia juga mendorong kepala sekolah dan TPP untuk memanfaatkan ruang inovasi yang ada dalam pengembangan SNT, agar dapat mengadopsi praktik pembelajaran terbaik dari sekolah-sekolah berkinerja baik, baik di dalam maupun luar negeri.

Mu’ti menekankan bahwa praktik-praktik baik tersebut dapat menjadi sumber inspirasi dalam membangun budaya mutu, sambil tetap memberikan ruang bagi kepala sekolah dan pendidik untuk berinovasi sesuai dengan kebutuhan siswa dan karakter masing-masing sekolah. Penguatan menjelang MPLS juga diharapkan dapat menjadikan hari-hari pertama siswa di SNT sebagai pengalaman yang positif.

Kepala sekolah dan TPP memiliki tanggung jawab dalam mengenalkan lingkungan sekolah, menumbuhkan rasa memiliki, serta membangun interaksi yang sehat di antara warga sekolah. Mereka juga diharapkan dapat menanamkan budaya belajar, disiplin, kolaborasi, dan semangat berprestasi sejak awal.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa para kepala sekolah dan TPP telah melalui proses seleksi dan pembekalan yang ketat untuk mempersiapkan mereka dalam menjalankan tugas ini. Sekitar delapan ribu kepala sekolah mengikuti tahapan seleksi hingga terpilih untuk memimpin SNT, sementara TPP dipilih dari sekitar 60.000 lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang memenuhi syarat.

Selama pembekalan, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan kepemimpinan dan pembelajaran, tetapi juga melakukan koordinasi dengan UPT Kemendikdasmen terkait kesiapan penyelenggaraan pendidikan di lokasi masing-masing, termasuk kesiapan ruang kelas dan fasilitas pembelajaran yang diperlukan. Gogot berharap kepala sekolah dan TPP dapat menjadi penggerak utama dalam pengembangan SNT dan memastikan semangat pendidikan berkualitas terasa sejak siswa pertama kali memasuki sekolah.

“Semoga kegiatan ini menjadikan kepala sekolah dan TPP sebagai penggerak utama pengembangan SNT, yang diharapkan dapat menjadi pusat keunggulan pendidikan dan model penerapan pembelajaran berbasis STEMS, Pembelajaran Mendalam, serta Digitalisasi Pembelajaran,” tutup Gogot.

D

Penulis

Dinda Mughni

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait