Kesehatan

Mengenal Bau Vagina yang Normal dan Tidak Normal

Sabtu, 20 Juni 2026, 06:59 WIB 43 views 2 menit baca
Ilustrasi. Pada dasarnya, vagina memang punya aroma alami dan tidak harus wangi seperti parfum. (iStock/Moussa81)
Ilustrasi. Pada dasarnya, vagina memang punya aroma alami dan tidak harus wangi seperti parfum. (iStock/Moussa81)
Bagikan:

Bau vagina yang tidak sedap bisa menjadi tanda adanya gangguan keseimbangan bakteri atau infeksi, namun ada juga bau vagina yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Pada dasarnya, vagina memiliki aroma alami dan tidak harus wangi seperti parfum. Vagina yang sehat justru tidak harus tanpa bau sama sekali.

Penyebab bau vagina yang tidak sedap bisa bervariasi, mulai dari bacterial vaginosis, vaginitis, perubahan karena haid, keringat, atau seks, penggunaan produk pewangi vagina, hingga infeksi menular seksual. Bacterial vaginosis terjadi ketika keseimbangan bakteri alami di vagina terganggu, sedangkan vaginitis adalah peradangan pada vagina yang dapat disebabkan oleh beberapa hal, termasuk BV, infeksi jamur, atau infeksi menular seksual tertentu.

Perubahan karena haid, keringat, atau seks juga dapat mempengaruhi aroma vagina. Namun, bau yang muncul biasanya tidak terlalu menyengat dan tidak disertai keluhan lain. Menjaga area luar vagina tetap bersih dan kering biasanya sudah cukup membantu. Penggunaan produk pewangi vagina justru dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami vagina dan memicu iritasi.

Untuk mengatasi bau vagina yang tidak sedap, ada beberapa cara alami yang dapat dilakukan. Pertama, hindari menggunakan pewangi vagina atau produk yang dimasukkan ke dalam vagina. Kedua, bersihkan area luar vagina dengan air bersih dan hindari produk yang membuat kulit kering atau iritasi. Ketiga, pilih pakaian dalam yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat. Keempat, periksa ke dokter jika bau vagina tidak hilang atau disertai keputihan tidak biasa.

Jika bau vagina terasa amis atau busuk, keputihan berwarna abu-abu, kuning, hijau, atau berbusa, muncul gatal dan perih, nyeri saat buang air kecil, nyeri panggul, perdarahan di luar haid, luka, ruam, atau benjolan, segera periksa ke dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk menentukan penyebab bau vagina dan mengobatinya dengan tepat.

J

Penulis

Jaya Abdi

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait