Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, banyak orang yang ragu apakah mereka memerlukan bantuan dari psikiater. Psikiater adalah dokter yang memiliki pelatihan khusus dalam penilaian, diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penyakit mental.
Menurut Verywell Mind, kondisi psikiatri yang umumnya didiagnosis oleh psikiater antara lain gangguan stress pascatrauma (PTSD), gangguan hiperaktivitas defisit perhatian (ADHD), skizofrenia, dan gangguan bipolar. Seorang psikiater dapat meresepkan obat untuk pasiennya, namun hal tersebut bergantung pada tingkat keparahan gejala dan kebutuhan serta keinginan pasien.
Ahmed Hankir, seorang konsultan psikiater, menjelaskan tiga gejala depresi yang harus diwaspadai. Pertama, berkurangnya energi dan motivasi. Depresi dapat menguras seluruh energi dari tubuh, sehingga seseorang yang mengalami depresi sering kali tidak memiliki energi dan motivasi untuk bangun dari tempat tidur.
Kedua, kehilangan minat, kesenangan, atau kegembiraan dalam hidup. Seseorang dengan depresi dapat kehilangan semua minat pada aktivitas yang dahulu mereka sukai, termasuk hobi. Mereka mengalami anhedonia, yaitu ketiadaan kesenangan sama sekali, misalnya, terkait makanan favorit maupun keintiman dengan pasangan.
Ketiga, tidak bisa konsentrasi. Depresi juga berpengaruh pada konsentrasi, sehingga seseorang yang depresi terlihat seperti orang linglung atau melamun. Mereka dapat kesulitan mengikuti percakapan karena mereka tampaknya tersesat dalam pusaran pikiran yang depresi.
Meski demikian, tidak melulu ketiga gejala tersebut memastikan seseorang adalah penderita depresi. Oleh karena itu, periksakan diri ke psikiater jika Anda mengalami ketiga tanda itu. Dengan demikian, Anda dapat memperhatikan kesehatan mental Anda sejak dini dan mendapatkan pengobatan yang tepat.