Kesehatan

Mengenal Jantung Bocor dan Risikonya

Jumat, 12 Juni 2026, 13:14 WIB 11 views 2 menit baca
Ilustrasi. (Foto: istockphoto/Ivan-balvan)
Ilustrasi. (Foto: istockphoto/Ivan-balvan)
Bagikan:

Jantung bocor adalah kondisi gangguan pada katup jantung yang berperan penting dalam mengatur aliran darah di dalam tubuh. Katup jantung bekerja seperti pintu yang membuka dan menutup untuk memastikan darah mengalir ke arah yang benar. Ketika katup mengalami gangguan, seperti penyempitan, kebocoran, atau tidak dapat menutup secara sempurna, aliran darah menjadi tidak optimal dan membuat jantung harus bekerja lebih keras.

Gangguan katup jantung sering kali berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Akibatnya, banyak pasien baru mengetahui kondisinya ketika gangguan sudah memasuki tahap yang lebih serius. Dokter Jeffrey D. Adipranoto, Sp.JP(K), FIHA, FESC, FSCAI dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan bahwa tubuh memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap gangguan yang terjadi pada tahap awal.

"Gangguan katup jantung sulit disadari, karena pada tahap awal tubuh masih berusaha beradaptasi terhadap gangguan yang terjadi. Meski gejala belum terasa, jantung tetap dipaksa bekerja lebih keras," katanya. Menurutnya, kondisi tersebut membuat seseorang dapat merasa sehat meski sebenarnya beban kerja jantung terus meningkat. Jika berlangsung dalam waktu lama, gangguan tersebut dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Kepekaan terhadap sinyal tubuh menjadi kunci untuk mendeteksi gangguan katup jantung. Waspadai keluhan seperti mudah lelah bahkan saat beraktivitas ringan, sesak napas, nyeri dada, serta pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki. "Keluhan tersebut masih sering dianggap sebagai efek penuaan atau keluhan biasa, sehingga masyarakat jadi sering menunda pemeriksaan," kata dokter Jeffrey.

Gangguan katup jantung yang dibiarkan tanpa penanganan dapat memberikan dampak besar terhadap fungsi jantung. Ketika jantung terus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan tubuh, kemampuan memompa darah dapat menurun. "Gangguan katup jantung yang dibiarkan dapat berujung pada masalah serius seperti gagal jantung akibat ketidakmampuan memompa darah secara optimal, gangguan irama jantung (aritmia), penurunan kualitas hidup, hingga risiko kematian mendadak pada kondisi tertentu," kata dokter Jeffrey.

Dua langkah utama yang dianjurkan untuk mencegah gangguan katup jantung adalah pemeriksaan berkala, terutama bagi yang memiliki faktor risiko, termasuk konsultasi dengan dokter spesialis jantung untuk gejala yang mencurigakan, dan gaya hidup sehat, pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin untuk mendukung kesehatan jantung secara menyeluruh.

D

Penulis

Darma Yudhistira

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait