Kesehatan

Menghadapi Puncak Musim Kemarau dengan Sehat

Sabtu, 11 Juli 2026, 21:08 WIB 61 views 2 menit baca
Ilustrasi. Berikut langkah menjaga kesehatan selama puncak musim kemarau agar tubuh tetap fit di tengah suhu yang semakin tinggi. (iStock/Pheelings Media)
Ilustrasi. Berikut langkah menjaga kesehatan selama puncak musim kemarau agar tubuh tetap fit di tengah suhu yang semakin tinggi. (iStock/Pheelings Media)
Bagikan:

Puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026 memerlukan perhatian khusus dalam menjaga kesehatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa puncak kemarau akan berlangsung secara bertahap pada periode tersebut. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut bahwa puncak kemarau pada Juli diperkirakan terjadi di 83 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 12,26 persen wilayah daratan Indonesia.

Untuk menghadapi puncak musim kemarau, beberapa langkah penting dapat dilakukan. Pertama, minum air secara berkala, jangan menunggu haus. Rasa haus sebenarnya merupakan tanda bahwa tubuh sudah mulai kekurangan cairan. Karena itu, usahakan minum air putih secara berkala sepanjang hari meski belum merasa haus. Selain itu, perbanyak buah dan sayur yang tinggi kandungan air, seperti semangka, melon, mentimun, dan tomat, yang dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Tidak semua orang perlu minuman elektrolit, karena air putih biasanya sudah cukup untuk aktivitas sehari-hari. Minuman elektrolit lebih dibutuhkan jika seseorang berkeringat berlebihan, melakukan aktivitas fisik berat dalam waktu lama, atau sedang sakit. Kenakan pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat agar sirkulasi udara lebih baik dan tubuh tetap nyaman saat beraktivitas. Kurangi aktivitas fisik saat matahari sedang terik, karena suhu udara biasanya mencapai puncaknya pada siang hingga sore hari.

Jangan abaikan rasa pusing dan lemas, karena gejala tersebut bisa menjadi tanda awal tubuh mengalami kelelahan akibat panas atau dehidrasi. Jika gejala tersebut muncul, segera hentikan aktivitas dan pindah ke tempat yang lebih sejuk. Cari pertolongan medis bila gejala memburuk, karena gejala seperti kebingungan, muntah terus-menerus, penurunan kesadaran, atau tubuh terasa sangat panas dapat menjadi tanda kondisi darurat akibat paparan panas yang memerlukan penanganan segera.

Dalam menghadapi puncak musim kemarau, BMKG juga mengajak masyarakat untuk ikut mengantisipasi dampak musim kemarau dengan menerapkan penghematan air dalam aktivitas sehari-hari. Penggunaan air untuk mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya diimbau dilakukan secara bijak. Selain itu, masyarakat diminta memastikan keran air ditutup rapat setelah digunakan agar tidak terjadi pemborosan.

D

Penulis

Darma Yudhistira

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait