Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan harapannya agar situasi di Aceh dapat segera kondusif. Pernyataan ini disampaikan setelah terjadinya kericuhan pada peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh yang berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Yusril mengajak semua pihak untuk menjaga ketenangan dan kedamaian di Aceh. "Mudah-mudahan suasana di Aceh sudah kondusif dan semua pihak menjaga ketenangan, ketentraman, dan kedamaian," ungkapnya setelah mengikuti Upacara HUT Ke-81 Republik Indonesia di Jakarta pada Senin, 17 Agustus 2026. Ia juga menekankan pentingnya menghormati semua elemen masyarakat yang mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berkomitmen untuk bersama-sama mengatasi berbagai tantangan yang ada di masyarakat.
Kericuhan yang terjadi saat peringatan tersebut dipicu oleh aksi sejumlah massa yang mengibarkan Bendera Bulan Bintang, yang dikenal sebagai simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Ketegangan meningkat saat aparat keamanan melakukan penertiban terhadap aksi tersebut. Di sisi lain, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melaporkan bahwa peringatan HUT Ke-81 RI di wilayah Aceh berlangsung aman tanpa gangguan. Ia mengimbau masyarakat Aceh untuk terus menjaga kedamaian dan berkolaborasi dalam mewujudkan Aceh yang sejahtera.
Dengan harapan untuk menciptakan suasana yang lebih baik, Yusril dan Fadhlullah menyerukan kepada masyarakat untuk saling bahu-membahu dalam menjaga ketentraman di Aceh.