Nasional

Menteri Agama Resmikan 10 Ribu Guru Al-Qur’an di Muktamar V Wahdah Islamiyah

Minggu, 23 Agustus 2026, 10:42 WIB 59 views 3 menit baca
Menag Kukuhkan 10 Ribu Guru Al-Qur’an di Muktamar V Wahdah Islamiyah
Menag Kukuhkan 10 Ribu Guru Al-Qur’an di Muktamar V Wahdah Islamiyah
Bagikan:

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi mengukuhkan 10 ribu Guru Al-Qur’an Indonesia dan membuka Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (22/8). Acara ini dihadiri oleh ribuan peserta Tabligh Akbar Nasional serta para guru Al-Qur’an.

Dalam sambutannya, Nasaruddin memberikan apresiasi terhadap upaya Wahdah Islamiyah yang telah mengerahkan ribuan pengajar untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di masyarakat. “Saya kukuhkan sekali lagi 10 ribu guru mengaji. Selamat jalan, selamat berjuang,” ungkapnya saat membuka Muktamar yang mengusung tema “Memantapkan Persatuan dan Kolaborasi Menuju Indonesia Berkah.”

Nasaruddin menekankan bahwa penyelesaian masalah buta aksara Al-Qur’an tidak dapat sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Ia menyatakan bahwa organisasi masyarakat Islam, lembaga pendidikan, dan masyarakat harus terlibat dalam memperluas akses pendidikan Al-Qur’an. “Kementerian Agama tidak bisa menyelesaikan masalah buta huruf Al-Qur’an sendiri. Di sinilah peran ormas Islam, termasuk Wahdah Islamiyah yang menyumbangkan 10 ribu guru Al-Qur’an,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah masyarakat yang belum mampu membaca Al-Qur’an masih cukup tinggi, sehingga keberadaan 10 ribu guru diharapkan dapat memberikan dampak yang luas. “Jika setiap guru dapat membimbing sedikitnya 10 orang, maka program ini berpotensi menjangkau puluhan hingga ratusan ribu masyarakat,” tuturnya.

Nasaruddin menambahkan bahwa para guru Al-Qur’an yang dikukuhkan tidak hanya dituntut untuk mengajarkan membaca dan menghafal, tetapi juga harus mampu membimbing karakter dan kehidupan spiritual peserta didik. Ia menggunakan istilah mursyid untuk menggambarkan peran guru yang lebih dari sekadar transfer pengetahuan. “Jadilah betul-betul sebagai guru, dalam kurung mursyid. Kita tidak hanya mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga berharap para guru ini berhasil menembus batin para muridnya,” ujarnya.

Imam Besar Masjid Istiqlal juga menekankan pentingnya menanamkan nilai, akhlak, persatuan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Ia mengungkapkan rasa terkesan dengan pengukuhan tersebut, yang berlangsung beberapa hari setelah peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Indonesia. Nasaruddin juga mengajak para guru untuk meneladani sahabat Nabi Muhammad SAW yang menyebarkan ajaran Islam dan mengajarkan Al-Qur’an di berbagai wilayah.

Dalam kesempatan ini, Nasaruddin memberikan penghargaan kepada Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah, Zaitun Rasmin, atas perkembangan organisasi tersebut yang telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia. “Ustaz Zaitun Rasmin melakukan pergerakan yang sangat luar biasa, menggerakkan Wahdah Islamiyah yang relatif baru, namun massanya sudah menjangkau seluruh Indonesia,” ujarnya.

Nasaruddin menegaskan bahwa gerakan sosial dan keagamaan yang dibangun dengan niat pengabdian akan mendapatkan dukungan masyarakat jika memberikan manfaat yang nyata. Muktamar V Wahdah Islamiyah juga dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Ketua MUI Pusat KH Anwar Iskandar, serta sejumlah perwakilan negara sahabat. Acara tersebut diisi dengan tausiyah dari berbagai tokoh, termasuk Habib Nabiel Al-Musawa dan Fahmi Salim.

I

Penulis

Indriani Atmaja

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait