Nasional

Menteri Kehutanan Ajak Petugas Pantau Titik Api Secara Realtime Melalui SiPongi

Senin, 24 Agustus 2026, 01:45 WIB 56 views 2 menit baca
Maksimalkan Aplikasi SiPongi, Menhut Minta Petugas Pantau Titik Api Secara Realtime
Maksimalkan Aplikasi SiPongi, Menhut Minta Petugas Pantau Titik Api Secara Realtime
Bagikan:

jpnn.com, BANJARBARU - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengingatkan kepada seluruh petugas gabungan untuk melakukan pemantauan secara ketat terhadap fluktuasi titik panas (hotspot). Langkah ini dianggap penting agar petugas di lapangan dapat segera bertindak menuju lokasi yang terindikasi mengalami kebakaran aktif.

"Aksi cepat dalam pemadaman dan pembasahan dapat mengurangi risiko api yang semakin membesar dan meluas, sehingga sulit untuk dikendalikan," ujarnya di Banjarbaru, pada hari Minggu.

Raja Juli menambahkan bahwa Kementerian Kehutanan telah mengembangkan aplikasi atau website Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) yang dapat digunakan oleh seluruh petugas gabungan untuk memantau titik panas secara real-time. Titik-titik panas yang ditampilkan dalam peta berasal dari satelit NASA-MODIS, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20 dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Dia menjelaskan bahwa kondisi di Kalimantan Selatan menunjukkan perubahan titik panas yang cepat setiap harinya. Berdasarkan data dari SiPongi, jumlah hotspot pada 21 Agustus tercatat sebanyak 157 titik, yang kemudian menurun menjadi 11 titik pada Sabtu (22/8) pukul 22.00 Wita. Namun, pada pemantauan Minggu pagi (23/8) pukul 06.00 Wita, jumlahnya kembali meningkat menjadi 44 titik yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin.

Raja Juli berharap dengan kerja keras dari petugas gabungan Manggala Agni, BPBD, TNI-Polri, serta dukungan relawan pemadam kebakaran dari masyarakat, titik panas di Kalimantan Selatan dapat terus ditekan sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat dikendalikan sepenuhnya.

E

Penulis

Eira Orelia

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait