JAKARTA - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Aceh yang dijadwalkan pada 19 Agustus 2026, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sekaligus kader Partai Demokrat, drh. Nurdiansyah Alasta, mengimbau semua kader untuk menjaga persatuan dan memperkuat kekompakan, serta menjunjung tinggi aturan yang telah ditetapkan oleh partai.
Menurut Nurdiansyah, Musda merupakan forum demokrasi internal yang harus dilaksanakan dengan semangat kekeluargaan, saling menghormati, dan kedewasaan politik. Ia menekankan bahwa perbedaan pandangan dan pilihan adalah hal yang wajar, tetapi tidak boleh mengurangi soliditas Partai Demokrat. "Partai Demokrat telah memiliki aturan main Musda yang jelas, terbuka, dan demokratis. Setiap tahapan telah diatur melalui mekanisme organisasi, sehingga setiap kader wajib menghormati proses yang sedang berjalan," jelasnya.
Nurdiansyah juga menyatakan keyakinannya bahwa Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), akan mengambil keputusan yang terbaik untuk kepentingan organisasi, berdasarkan aturan partai dan berbagai pertimbangan yang objektif. "Sebagai kader, tugas kita adalah menjaga persatuan, menghormati mekanisme organisasi, serta menerima setiap keputusan partai dengan penuh tanggung jawab," tambahnya.
Ia mengingatkan agar menjelang Musda, tidak ada pihak yang menyebarkan fitnah, membangun opini yang menyesatkan, atau mengatasnamakan Ketua Umum untuk memengaruhi sikap kader. "Marilah kita menjaga etika politik. Jangan menyebarkan fitnah, jangan memecah belah sesama kader, dan jangan ada pihak yang mengatasnamakan atau menjual nama Ketua Umum untuk kepentingan tertentu," tegas Nurdiansyah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seluruh energi kader seharusnya diarahkan untuk memperkuat organisasi dan pengabdian kepada masyarakat. Musda hanya berlangsung sesaat, tetapi perjuangan untuk membesarkan Partai Demokrat adalah tugas jangka panjang. "Siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin, seluruh kader harus kembali bersatu, menjalankan roda organisasi dengan baik, dan memperkuat konsolidasi hingga ke akar rumput," ujarnya.
Nurdiansyah menegaskan bahwa kekuatan Partai Demokrat tidak ditentukan oleh siapa yang menang dalam Musda, melainkan oleh kemampuan seluruh kader untuk menjaga persatuan dan bekerja sama. Ia mengajak semua kader untuk tidak menghabiskan energi saling menyerang, tetapi untuk membangun partai dan memenangkan hati rakyat. "Dengan kader yang kompak, disiplin, dan bekerja bersama, saya optimistis Partai Demokrat Aceh akan semakin kuat dan mampu meraih kemenangan yang lebih besar pada agenda-agenda politik mendatang," pungkasnya.
Ia juga mengajak seluruh kader menjadikan Musda sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkokoh soliditas partai. "Persaingan boleh berakhir pada Musda, tetapi persaudaraan sebagai kader Partai Demokrat harus tetap terjaga selamanya. Mari kita sukseskan Musda secara bermartabat, hormati keputusan Ketua Umum, dan bergandengan tangan untuk membawa Partai Demokrat Aceh semakin maju," tutup Nurdiansyah.