PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) baru saja menyelesaikan transaksi korporasi signifikan dengan alokasi dana sebesar Rp143,75 miliar untuk pembelian aset alat berat bekas. Transaksi ini melibatkan beberapa entitas afiliasi di bawah grup Merdeka dan telah resmi berlaku efektif pada 10 Juni 2026.
Corporate Secretary Merdeka Gold Resources, Adi Adriansyah Sjoekri, menjelaskan bahwa pengadaan aset ini dilakukan melalui anak perusahaan PT Merdeka Mining Indonesia (MMI). Ia menyatakan bahwa transaksi afiliasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional. "Pelaksanaan transaksi antara MMI dengan pihak afiliasi dinilai dapat langsung meningkatkan efisiensi operasional," ungkap Adi dalam keterbukaan informasi.
Pihak penjual dalam transaksi ini adalah PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Batutua Tembaga Raya (BTR), yang keduanya merupakan entitas terafiliasi dari EMAS. MMI mengeluarkan dana sebesar Rp44,48 miliar untuk alat berat dari BSI, sementara pengambilalihan aset dari BTR mencapai Rp99,27 miliar. Paket aset yang dibeli mencakup armada alat berat bekas, mesin industri, dan suku cadang tambahan, dengan kondisi barang dibeli sebagaimana adanya tanpa garansi tambahan.
Adi menegaskan bahwa perputaran aset ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan operasional tambang emas Pani. Ia menambahkan bahwa transaksi ini dilakukan secara wajar dan sesuai praktik bisnis yang berlaku, memberikan efektivitas lebih tinggi dibandingkan bertransaksi dengan pihak luar.
Berita mengenai penyelesaian transaksi ini memberikan dampak positif pada bursa saham nasional, dengan saham EMAS mengalami kenaikan signifikan. Pada penutupan sesi perdagangan Jumat, 12 Juni 2026, saham EMAS berhasil naik hingga 75 poin, setara dengan kenaikan 1,09 persen, dan ditutup pada level Rp6.975 per lembar saham.
Pergerakan saham EMAS terpantau fluktuatif sepanjang hari, dengan harga pembukaan di Rp7.050 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp7.150. Meskipun mengalami tekanan, harga terendah tercatat di Rp6.875. Aktivitas perdagangan saham EMAS sangat likuid, dengan frekuensi transaksi mencapai 14.080 kali dan total volume perdagangan mencapai 280,50 ribu lot.
Nilai transaksi kotor saham EMAS juga mencatat angka luar biasa sebesar Rp195,79 miliar, menunjukkan daya tarik yang kuat di kalangan investor. Namun, meskipun harga saham ditutup menguat, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp29,52 miliar, dengan total penjualan kotor mencapai Rp85,25 miliar.