Seorang pria asal Tuban, Jawa Timur, Edi Utomo, baru-baru ini membagikan kisahnya tentang bagaimana ia didiagnosis gagal ginjal kronis stadium 5 di usianya yang baru menginjak 20-an. Edi percaya bahwa konsumsi mi instan yang berlebihan adalah salah satu penyebabnya. Ia mengaku rutin mengonsumsi mi instan, bahkan bisa sampai lebih dari satu bungkus per hari.
Menurut Edi, gejala awalnya berupa tubuh yang mudah lelah dan tanda-tanda lain yang dikiranya mirip masuk angin. Namun, karena kondisinya tak kunjung membaik, Edi melakukan pemeriksaan lebih lanjut hingga didiagnosis gagal ginjal stadium 5. Gagal ginjal yang dialaminya disebabkan oleh tekanan darah tinggi, yang dipercaya Edi disebabkan oleh konsumsi mi instan yang berlebihan.
Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Kidney Disease menemukan hubungan antara konsumsi makanan ultra-olahan dengan kerusakan ginjal. Mi instan, yang merupakan makanan ultra-olahan, mengandung natrium, fosfor, dan pengawet yang dapat merusak ginjal. Natrium yang terkandung dalam mi instan dapat meningkatkan tekanan darah, yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Fosfor yang terkandung dalam mi instan juga dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal.
Untuk menghindari risiko gagal ginjal kronis, disarankan untuk mengonsumsi mi instan dengan bijak. Batasi konsumsi mi instan maksimal 1-2 kali dalam sepekan. Jangan jadikan mi instan sebagai makanan utama, tetapi cukup jadikan mi instan hanya sebagai variasi makanan yang tidak dikonsumsi terlalu sering atau setiap hari.