Kesehatan

Mikroplastik di Dapur: 7 Benda yang Bisa Membahayakan Kesehatan

Sabtu, 11 Juli 2026, 18:08 WIB 58 views 2 menit baca
Ilustrasi. Benda di dapur yang bisa jadi sumber mikroplastik dan masuk ke tubuh. (iStockphoto/debbiehelbing)
Ilustrasi. Benda di dapur yang bisa jadi sumber mikroplastik dan masuk ke tubuh. (iStockphoto/debbiehelbing)
Bagikan:

Dapur adalah tempat di mana kita menyiapkan makanan sehat untuk keluarga. Namun, tanpa disadari, peralatan dapur yang digunakan setiap hari dapat melepaskan mikroplastik yang berpotensi membahayakan kesehatan. Mikroplastik adalah partikel plastik yang berukuran kurang dari 5 milimeter dan dapat terbawa bersama makanan atau minuman.

Menurut laman Brain Health Kitchen, plastik telah banyak digunakan sebagai peralatan dapur atau untuk keperluan memasak. Namun, seiring pemakaian, benda-benda tersebut dapat melepaskan mikroplastik beserta ribuan zat kimia yang berpotensi berpindah ke makanan, minuman, udara, air, hingga akhirnya masuk ke dalam tubuh. Beberapa benda di dapur yang perlu diwaspadai adalah botol minum plastik sekali pakai, wadah makanan plastik yang dipanaskan, talenan plastik, alat masak antilengket yang tergores, spons cuci piring, peralatan dapur berbahan plastik, dan kantong teh.

Botol minum plastik sekali pakai dapat melepaskan mikroplastik dan nanoplastik ke dalam air minum, terutama ketika disimpan di tempat panas atau terkena sinar matahari langsung. Wadah makanan plastik yang dipanaskan juga dapat meningkatkan perpindahan bahan kimia maupun partikel plastik ke dalam makanan. Talenan plastik dapat menghasilkan mikroplastik setiap goresan pisau, sedangkan alat masak antilengket yang tergores dapat melepaskan partikel ketika permukaannya mulai terkelupas atau tergores.

Spons cuci piring juga menjadi salah satu sumber mikroplastik yang jarang disadari. Sebagian besar spons yang dijual di pasaran terbuat dari serat plastik sintetis yang dapat terurai menjadi serpihan kecil selama digunakan untuk mencuci peralatan makan. Peralatan dapur berbahan plastik seperti spatula, sendok sayur, atau peralatan dapur lainnya dapat aus akibat panas dan penggunaan berulang, menyebabkan pelepasan mikroplastik. Kantong teh juga dapat melepaskan mikroplastik saat diseduh dengan air panas.

Untuk mengurangi paparan mikroplastik, sebaiknya kita menggunakan botol minum isi ulang berbahan stainless steel, kaca, atau keramik, serta wadah makanan berbahan kaca, keramik, atau stainless steel. Talenan berbahan kayu atau bambu juga menjadi alternatif yang lebih disarankan. Peralatan masak berbahan stainless steel, cast iron, atau keramik dapat mengurangi potensi paparan mikroplastik saat memasak. Spons alami seperti luffa dari labu atau oyong yang dikeringkan, bambu, atau pulp kayu dapat menjadi alternatif yang lebih aman.

J

Penulis

Jarot Kusna

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait