Model wanita Ansy Jan De Vries menangis usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya, Kamis (21/5/2026) malam. Ia diperiksa terkait kasus penyebaran berita bohong pembegalan dan pembacokan yang viral di media sosial.
Ansy keluar dari gedung pemeriksaan sekitar pukul 20.27 WIB, didampingi kerabat serta dikawal ketat oleh polisi berpakaian preman. Saat dikerumuni awak media, Ansy memilih untuk tidak berbicara banyak.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan adanya agenda pemeriksaan terhadap model tersebut oleh tim penyidik siber. Menurut Budi, Ansy membuat cerita bohong tentang pembegalan dan pembacokan untuk mencari perhatian di tengah maraknya isu kriminalitas jalanan.
Polisi menemukan kejanggalan setelah melakukan penyelidikan dan mendatangi kediaman Ansy. Dari pertemuan itu, kedok Ansy akhirnya terbongkar. Budi mengimbau masyarakat luas agar bijak dalam bermain media sosial serta tidak menyebarkan kabar bohong yang dapat memicu ketakutan dan kegaduhan di tengah publik.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Polisi akan terus melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan terhadap orang-orang yang menyebarkan berita bohong.