Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan segera menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pada tanggal 3 Agustus mendatang. MPLS ini merupakan langkah lanjutan setelah pemerintah melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) PJJ untuk anak tidak sekolah (ATS) di seluruh Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan bahwa MPLS PJJ ini akan dilakukan secara serentak dan merupakan yang pertama sejak sistem PJJ diterapkan. "Kami akan memulai MPLS untuk PJJ ini pada minggu depan, dan ini mungkin MPLS serentak pertama yang kita lakukan sejak kita mengenal sistem PJJ," kata Fajar.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Tatang Muttaqin, menambahkan bahwa MPLS PJJ akan dilakukan dengan mengundang banyak tokoh untuk ikut mengisi acara. "Terkait MPLS ini nanti dilaksanakan secara dari, jadi ini mengundang, nanti Pak Wamen mengundang teman-teman untuk hadir di Gedung Kemendikdasmen, nanti kita akan melihat bagaimana yang terjadi di berbagai institusi," ujar Tatang.
SPMB PJJ ini ditujukan bagi anak tidak sekolah (ATS) pada jenjang pendidikan SMA, dengan target 2,4 juta ATS usia 16-18 tahun yang menghadapi berbagai hambatan mengakses pendidikan. Program ini akan dilaksanakan di 32 provinsi dengan melibatkan 132 sekolah sebagai bagian dari gerakan bersama memastikan semakin banyak anak Indonesia kembali aktif belajar dan menuntaskan pendidikannya.
Tatang menegaskan bahwa keberhasilan SPMB PJJ tidak hanya diukur dari jumlah pendaftaran, tetapi diukur dari keinginan belajar peserta. "Target akhir dari SPMB PJJ ini bukan hanya banyaknya pendaftar atau anak yang kembali aktif belajar, melainkan seberapa banyak anak yang mampu bertahan dan lulus," jelas Tatang.