Uban yang dahulu identik dengan usia lanjut, kini makin sering muncul pada mereka yang masih berusia 20 hingga 30-an. Hal ini makin terlihat di media sosial, ketika banyak generasi milenial dan Gen Z mulai menunjukkan rambut beruban di usia yang tergolong muda.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology (2021) menyebut uban biasanya mulai muncul di usia pertengahan 30-an pada ras Kaukasia, akhir 30-an pada Asia, dan sekitar 40-an pada Afrika. Namun faktanya, banyak orang bahkan di usia belasan hingga awal 20-an sudah menemukan berhelai-helai rambut berwarna abu.
Penyebab uban kini tidak lagi bisa disederhanakan hanya pada faktor usia. Ada sejumlah faktor yang berperan dalam munculnya uban dini, seperti faktor genetik, stres, kekurangan mineral tertentu, dan kondisi medis tertentu. Faktor genetik dapat memengaruhi munculnya uban, karena terdapat gen bernama IRF4 yang membantu produksi melanin. Variasi pada gen ini dapat membuat pigmentasi rambut kurang tangguh, sehingga proses penurunan fungsi sel induk pigmen terjadi lebih cepat.
Stres dan kelelahan tidak hanya berdampak pada kondisi mental, tetapi juga memengaruhi kesehatan rambut. Kondisi ini dapat menguras mineral dalam tubuh, yang kemudian digantikan oleh kalsium dan seng, sehingga memicu munculnya warna abu-abu atau putih. Selain itu, kekurangan mineral tertentu seperti tembaga, seng, dan besi juga dapat memengaruhi produksi pigmen rambut.
Kondisi medis tertentu seperti gangguan genetik, kekurangan vitamin B12, gangguan tiroid, hingga penyakit autoimun juga dikaitkan dengan percepatan munculnya uban. Perubahan gaya hidup, tekanan mental, hingga pola makan menjadi faktor yang ikut membentuk hal ini. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab kemunculan uban dini dan melakukan perawatan yang tepat untuk menjaga kesehatan rambut.