jpnn.com, KEDIRI - Menteri Agama Nasaruddin Umar kini menjadi salah satu nama yang diusulkan untuk calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar NU. Saifullah Yusuf, Menteri Sosial sekaligus Sekretaris PBNU, menyatakan bahwa beberapa nama telah muncul dalam diskusi publik mengenai calon Ketua Umum PBNU, termasuk Nasaruddin Umar yang sebelumnya menjabat sebagai Katib Aam PBNU.
Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa dalam 40 tahun terakhir, tiga ketua umum sebelumnya, yaitu Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Said Aqil Siradj, dan Yahya Cholil Staquf, pernah menjabat sebagai Katib Aam sebelum menjadi Ketua Umum PBNU. Dia menambahkan bahwa Nasaruddin Umar juga memiliki pengalaman sebagai Katib Aam PBNU pada masa kepemimpinan almarhum KH Sahal Mahfudh.
Namun, Gus Ipul menegaskan bahwa keputusan mengenai Ketua Umum PBNU sepenuhnya berada di tangan peserta muktamar melalui mekanisme organisasi yang berlaku. Dia juga memastikan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah rapat koordinasi untuk persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran PBNU serta panitia dari tingkat pusat, daerah, dan lokal untuk mematangkan pelaksanaan Munas dan Konbes NU.
Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan Munas dan Konbes NU di Pesantren Al Falah Ploso. Ketua Panitia Daerah Munas-Konbes NU dari PWNU Jatim, Mustainn, menyebutkan bahwa persiapan dengan panitia lokal hampir mencapai 100 persen, dan hanya tinggal pelaksanaan yang perlu dilakukan.
Rangkaian kegiatan Munas akan dimulai dengan pembukaan dan sidang-sidang di Pondok Pesantren Al Falah Ploso pada 20-21 Juni 2026, dilanjutkan dengan napak tilas muassis NU di Tebuireng, Kabupaten Jombang, pada 22 Juni 2026. Acara akan ditutup di Kabupaten Bangkalan, Madura, pada 23 Juni 2026, yang direncanakan dihadiri oleh Presiden.
Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, berharap agar Munas dan Konbes NU dapat berlangsung lancar dan menghasilkan keputusan strategis yang memperkuat sistem kepemimpinan organisasi sesuai dengan nilai-nilai dan cita-cita para pendiri Nahdlatul Ulama. Dia optimis bahwa forum tersebut akan menjadi sarana konsolidasi organisasi menjelang Muktamar ke-35 atau Muktamar Abad Kedua Nahdlatul Ulama.